Kapten Manchester City Bernardo Silva Konfirmasi Hengkang pada Akhir Musim
Manchester City bersiap mengucapkan selamat tinggal kepada salah satu pilar paling berpengaruh dalam sejarah modern mereka. Bernardo Silva, sang jenderal lapangan tengah sekaligus kapten klub saat ini, telah mengonfirmasi bahwa ia akan meninggalkan Stadion Etihad pada akhir musim ini di bulan Mei, mengakhiri masa bakti sembilan tahun yang penuh dengan torehan tinta emas.
Pemain internasional Portugal berusia 31 tahun itu mengumumkan keputusannya melalui pesan emosional di akun media sosial pribadinya pada Kamis lalu. Bernardo merefleksikan perjalanannya sejak tiba dari Monaco pada 2017, mengubah dirinya dari seorang pemain sayap lincah menjadi letnan paling tepercaya bagi Pep Guardiola di berbagai posisi.
Warisan yang Tak Terhapuskan
Selama sembilan tahun mengenakan seragam biru langit, Bernardo telah menjadi simbol konsistensi dan kecerdasan taktis. Ia merupakan bagian inti dari skuad yang memenangkan Treble bersejarah pada musim 2022-2023, serta memecahkan rekor dengan menjuarai Premier League empat kali berturut-turut.
Baca juga: Guardiola: Duel Manchester City Lawan Arsenal adalah Partai Final
“Ketika saya tiba sembilan tahun lalu, saya mengikuti mimpi seorang anak kecil, ingin sukses dalam hidup, ingin mencapai hal-hal besar. Kota ini dan klub ini memberi saya lebih dari itu,” tulis Silva.
“Apa yang kami menangkan dan capai bersama adalah warisan yang akan selalu saya hargai di hati saya. Para peraih 100 poin [juara musim 2017-18], quadruple domestik, treble, empat gelar berturut-turut, dan masih banyak lagi – itu tidak buruk sama sekali.”
Hingga saat ini, Bernardo telah mencatatkan 451 penampilan, mencetak 76 gol, dan memberikan 77 assist. Ia juga baru saja masuk ke dalam daftar 10 besar pemain dengan penampilan terbanyak sepanjang masa untuk Manchester City, melampaui nama-nama besar seperti David Silva.
"Supporter City Seumur Hidup"
Meski akan segera berganti seragam, Bernardo menegaskan bahwa ikatan emosionalnya dengan Manchester tidak akan pernah putus. Di kota inilah ia membangun keluarga dan memulai kehidupan pernikahannya.
“Kepada para penggemar, dukungan tanpa syarat kalian selama bertahun-tahun adalah sesuatu yang tidak akan pernah saya lupakan. Tujuan utama saya sebagai pemain adalah selalu bermain dengan penuh semangat agar kalian merasa bangga dan terwakili dengan baik di lapangan. Saya datang sebagai pemain Man City, saya pergi sebagai salah satu dari kalian, pendukung Man City seumur hidup. Terus dukung tim muda ini dan saya yakin mereka akan memberikan banyak kenangan fantastis baru di masa depan,” sambungnya.
“Kepada klub, Pep, staf, dan semua rekan setim saya selama sembilan tahun ini, terima kasih atas semua kenangan dan telah mengizinkan saya menjadi bagian dari perjalanan ini begitu lama. Suasana yang kami ciptakan setiap hari di tempat latihan membuat saya merasa seperti di rumah dan bagian dari keluarga besar. Mari kita nikmati minggu-minggu terakhir ini dan berjuang untuk apa yang masih akan kita raih di musim ini.”
Manajer Pep Guardiola sering menyebut Bernardo sebagai pemain yang "sangat spesial" karena kemampuannya memahami permainan. Kepergiannya akan meninggalkan lubang besar, tidak hanya secara teknis tetapi juga kepemimpinan di ruang ganti, terutama setelah ia ditunjuk sebagai kapten utama musim ini.
Baca juga: Declan Rice Tuntut Arsenal Tampil Sempurna di Etihad Demi Gelar Juara
Misi Terakhir: Menutup dengan Trofi
Fokus Bernardo kini sepenuhnya tertuju pada sisa beberapa minggu terakhirnya di klub. Manchester City masih berada dalam perburuan sengit gelar Premier League, di mana mereka akan menghadapi Arsenal dalam laga krusial akhir pekan ini, serta bersiap menghadapi Southampton di semifinal FA Cup pada 25 April.
Jika City berhasil meraih trofi lagi di akhir musim ini, Bernardo Silva akan mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pemain paling berprestasi dalam sejarah sepak bola Inggris dengan total 19 trofi mayor (atau lebih) di kantongnya.