Crystal Palace resmi mencetak sejarah dengan melangkah ke semifinal kompetisi Eropa untuk pertama kalinya, meski harus menelan kekalahan 1-2 dari Fiorentina di leg kedua perempat final UEFA Conference League. Skuad asuhan Oliver Glasner tetap berhak melaju dengan keunggulan agregat 4-2 setelah kemenangan telak mereka di London pekan lalu.

Memasuki Stadio Artemio Franchi dengan modal keunggulan 3-0, Palace hanya membutuhkan satu gol tambahan untuk mematikan perlawanan tuan rumah. Momen krusial itu datang lebih cepat dari yang dibayangkan.

Sarr Bungkam Publik Franchi

Laga baru berjalan 17 menit ketika Palace melancarkan serangan balik kilat. Daniel Muñoz mengirimkan umpan silang akurat dari sisi kanan, dan Ismaila Sarr, yang tampil fenomenal sepanjang kompetisi ini, menyambut bola dengan sundulan tajam yang tak mampu dihalau David de Gea.

Baca juga: Brace Dramatis Mateta Bawa Palace Menang Comeback 2-1 atas Newcastle

Gol tersebut membuat Fiorentina harus mencetak lima gol untuk bisa lolos. Meski menghadapi gunung yang terjal, La Viola menolak menyerah dan menunjukkan semangat pantang menyerah.

Kebangkitan Fiorentina

Harapan tuan rumah mulai tumbuh pada menit ke-30. Pemain muda Palace, Jaydee Canvot, dianggap melakukan pelanggaran terhadap Rolando Mandragora di kotak terlarang. 

Albert Gudmundsson yang maju sebagai algojo sukses mengeksekusi penalti dengan tenang, mengubah skor menjadi 1-1 dan membangkitkan gairah di tribun penonton.

Fiorentina semakin gencar menekan di babak kedua. Hasilnya, pada menit ke-53, Cher Ndour melepaskan tembakan spekulatif dari jarak 25 yard yang meluncur deras ke pojok bawah gawang Dean Henderson. Skor berubah menjadi 2-1 (agregat 2-4), membuat tensi di pinggir lapangan meningkat tajam.

Tembok London Selatan Tetap Kokoh

Setengah jam terakhir pertandingan menjadi ujian mental bagi lini pertahanan Palace. Oliver Glasner terpaksa melakukan rotasi darurat setelah Adam Wharton dan Maxence Lacroix mengalami cedera. Fiorentina terus membombardir pertahanan Palace, bahkan sempat membentur tiang gawang, namun Dean Henderson tampil sigap di bawah mistar.

Baca juga: Tandukan Gosens Kalahkan Lazio, Fiorentina Menjauh dari Zona Merah

Hingga peluit panjang berbunyi, Palace berhasil menjaga kedisiplinan mereka. Meski kalah di malam itu, sorak-sorai 1.500 pendukung dari London Selatan yang hadir langsung di Florence menjadi tanda perayaan keberhasilan mereka menembus babak empat besar.

Langkah Menuju Final

Hasil ini mengantarkan Crystal Palace ke babak semifinal untuk menghadapi raksasa Ukraina, Shakhtar Donetsk. Bagi Fiorentina, kekalahan agregat ini mengakhiri ambisi mereka untuk mencapai semifinal Conference League empat kali beruntun, dua di antaranya berakhir menjadi runner-up.

Kini, The Eagles hanya berjarak 180 menit dari laga final Eropa pertama mereka. Sebuah pencapaian luar biasa bagi klub yang kini mulai diperhitungkan di kancah benua.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!