Mantan penjaga gawang Arsenal dan Juventus, Alex Manninger, dilaporkan meninggal dunia pada usia 48 tahun setelah terlibat dalam kecelakaan fatal di mana mobil yang dikendarainya tertabrak kereta api.

Insiden memilukan tersebut terjadi pada Kamis pagi waktu setempat di wilayah Salzburg. Menurut laporan dari kepolisian Austria, mobil Manninger terhantam kereta api di sebuah perlintasan rel di Nussdorf am Haunsberg. Meski petugas penyelamat segera tiba di lokasi, nyawa pria yang dikenal dengan ketenangan luar biasanya di bawah mistar gawang itu tidak dapat tertolong.

Kehilangan Sosok Profesional Sejati

Klub masa kecilnya, Red Bull Salzburg, menjadi pihak pertama yang mengonfirmasi kabar duka ini. Dalam pernyataan resminya, klub Austria tersebut menuliskan. "Kami berduka atas meninggalnya mantan kiper kami, Alexander Manninger, yang secara tragis kehilangan nyawanya dalam sebuah kecelakaan lalu lintas. Pikiran kami menyertai keluarga dan teman-temannya. Beristirahatlah dalam damai, Alexander."

Pemberian penghormatan segera mengalir deras dari seluruh penjuru Eropa. Arsenal, klub tempat Manninger mengukir sejarah di Premier League, menyatakan bahwa seluruh elemen klub merasa "terpukul dan sangat sedih." Begitu pula dengan Juventus, yang mengenang Manninger sebagai "pria dengan nilai-nilai langka" seperti kerendahan hati dan dedikasi tinggi.

Baca juga: Arteta Puji Kedewasaan Arsenal Cetak Sejarah dengan Singkirkan Sporting di UCL

Pahlawan yang Tak Terduga

Bagi para pendukung Arsenal, nama Manninger akan selalu terpatri dalam sejarah Double Winner 1997-1998. Di usia yang baru 20 tahun, ia memikul tanggung jawab besar menggantikan David Seaman yang cedera di pertengahan musim krusial.

Puncaknya adalah penampilan gemilangnya di Old Trafford, di mana ia mencatatkan clean sheet dalam kemenangan vital 1-0 atas Manchester United, sebuah hasil yang menjadi titik balik Arsenal meraih gelar juara. Ia juga menjadi pahlawan dalam adu penalti melawan West Ham di ajang FA Cup pada musim yang sama.

Legenda Arsenal, David Seaman, menyampaikan belasungkawa yang mendalam:

"Ini berita yang sangat menyedihkan," kata Seaman kepada Press Association. "Ini benar-benar menyedihkan dan sulit untuk menerimanya.

"Ketika saya memikirkan Alex Manninger, dia adalah kiper yang fantastis bagi kami. Dia masuk dan menggantikan saya selama masa yang sangat kritis untuk membantu kami memenangkan gelar ganda.

"Dia bermain sangat luar biasa. Dia masih sangat muda ketika berhasil masuk ke tim utama. Bagi seorang pemain berusia 20 tahun untuk datang dan bermain untuk Arsenal seperti yang dia lakukan sungguh istimewa.

"Para penggemar sangat menyukainya. Dan saya harus mengakui bahwa sempat ada keraguan apakah saya akan kembali ke tim. Dia adalah pemain yang sangat penting bagi Arsenal."

Warisan di Seluruh Eropa

Karier Manninger adalah bukti dari daya tahan dan profesionalisme. Selain di Inggris, ia menjalani petualangan panjang di Italia bersama Juventus, di mana ia meraih gelar Scudetto pada 2012, serta membela klub-klub seperti Fiorentina, Siena, dan Augsburg. Ia juga sempat mencatatkan masa bakti singkat di Liverpool sebelum memutuskan gantung sarung tangan pada tahun 2017.

Baca juga: Aaron Ramsey Resmi Pensiun dari Sepak Bola di Usia 35 Tahun

Di tingkat internasional, Manninger mengoleksi 33 caps untuk timnas Austria dan menjadi bagian dari skuad Euro 2008 yang digelar di tanah kelahirannya.

Mantan rekan setimnya di Juventus, Gianluigi Buffon, menuliskan pesan emosional melalui media sosial. 

"Setiap kata tidak perlu. Setiap air mata hanya akan menjadi air mata lain untuk kehilangan seorang teman dan seseorang yang selalu saya kagumi," tulis legenda Italia itu.

"Kau memilih untuk tetap independen dari kecanduan dunia sepak bola, mencari kebahagiaanmu dalam hal-hal sederhana: hidup sehat di hutan, memancing, alam, keluarga. Itulah keyakinanmu.

"Di dunia yang sering kali tertunduk dan berlutut, mengejar penindasan, karierisme, dan uang mudah, kau selalu menegaskan kebebasanmu, mempertahankan postur tegak, dengan kebanggaan seseorang yang tahu apa yang diinginkannya.

"Kau memiliki kekuatan untuk menjauhkan diri dari semua ini dan menatap kami dengan senyum licikmu itu, seolah berkata: 'Kalian semua gila, kalian tidak akan pernah mendapatkanku.'"

Kepergian Alex Manninger meninggalkan lubang besar bagi komunitas sepak bola Austria dan klub-klub yang pernah dibelanya. Ia akan selalu dikenang bukan hanya sebagai kiper yang andal, tetapi juga sebagai sosok yang tenang, membumi, dan sangat dicintai oleh rekan-rekannya.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!