Pelatih tim nasional Inggris, Thomas Tuchel, mengaku sangat frustrasi setelah timnya ditahan imbang tanpa gol oleh Ghana dalam laga lanjutan Grup L Piala Dunia 2026 pada hari Rabu (24/6).

Hasil imbang 0-0 di Stadion Gillette ini menunda langkah The Three Lions untuk mengunci tiket otomatis ke babak 32 besar sebagai juara grup. Meskipun mendominasi penuh jalannya pertandingan, Harry Kane dan kawan-kawan gagal menembus barikade pertahanan Ghana yang disebut Tuchel sebagai salah satu penampilan defensif paling kokoh dan agresif yang pernah ia saksikan sepanjang kariernya.

Pujian Tuchel untuk Kedisiplinan Black Stars

Inggris tampil sangat dominan dengan mencatatkan penguasaan bola yang masif dan melepaskan 19 tembakan ke arah gawang, berbanding terbalik dengan Ghana yang hanya mampu melepaskan dua tembakan sepanjang laga. 

Namun, kokohnya pertahanan Black Stars yang diinstruksikan oleh pelatih Carlos Queiroz berhasil mementahkan setiap peluang emas Inggris, termasuk sebuah sundulan dari penyerang muda Nico O'Reilly yang membentur mistar gawang secara dramatis di menit-menit akhir pertandingan dan tembakan Kane yang melambung saat menyambut bola muntah.

“Saya sudah menduga ini akan terjadi, saya tahu ini bisa menjadi pertandingan yang sulit,” kata Tuchel.

“Saya jarang melihat tim bertahan sekuat dan sekomitmen Ghana, jadi saya memberikan pujian penuh kepada mereka.

Baca juga: Spence Buka Suara usai Kena Amuk Tuchel saat Latihan Timnas Inggris

“Sulit untuk menembus pertahanan mereka. Anda perlu bersabar dan tepat sasaran, dan pada saat yang tepat, Anda perlu berkomitmen dan berani, tetapi Anda tidak boleh sedetik pun membuka ruang untuk serangan balik. Saya rasa kami hanya kebobolan dua gol dan itu sangat berbahaya, jadi kami sangat menyadari hal itu.”

Fokus ke Laga Pamungkas

Meskipun hasil minor ini memicu kekecewaan di kalangan suporter Inggris yang mengkritik tumpulnya lini depan, Tuchel menegaskan bahwa tidak ada alasan untuk panik atau cemas. 

Hasil imbang ini tetap menempatkan Inggris di posisi menguntungkan di puncak klasemen sementara Grup L dengan koleksi empat poin, sejajar dengan Ghana, dan hanya membutuhkan hasil positif di laga terakhir untuk memastikan langkah ke babak gugur.

“Kita bisa berbuat lebih baik, tapi tidak perlu khawatir,” tambahnya. “Dia [Kane] punya satu kesempatan yang biasanya tidak pernah dia sia-siakan, dan dia melewatkannya hari ini. Ini bukan pertandingan pertama seperti ini.

“Saya juga menghormati grup kita, bahkan pertandingan ketiga melawan Panama, karena mereka bermain sangat bagus melawan Ghana. Sekarang penting untuk mencerna dan menganalisis pertandingan. Kita hanya punya tiga hari lagi.

Baca juga: Tuchel Kecam Jeda Hidrasi Kontroversial di Piala Dunia 2026

“Besok akan menjadi hari pemulihan dan kemudian dua hari untuk persiapan, lalu kembali naik pesawat untuk bepergian. Tentu saja, kita bermain untuk memenangkan setiap pertandingan.”

Inggris kini mengalihkan fokus mereka untuk melakoni laga penentuan fase grup melawan Panama di Stadion MetLife pada hari Minggu mendatang, sementara Ghana akan menghadapi laga krusial lainnya di saat yang bersamaan.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!