Ronaldo Naik Pitam Ditanya Soal Messi Usai Cetak Sejarah di Piala Dunia
Cristiano Ronaldo langsung naik pitam dan mengabaikan pertanyaan jurnalis tentang rivalitasnya dengan Lionel Messi usai pertandingan di Stadion Houston. Momen emosional ini terjadi tepat setelah sang kapten menginspirasi kemenangan telak Portugal 5-0 atas Uzbekistan pada laga kedua Grup K Piala Dunia 2026.
Ronaldo yang sukses mencetak dua gol merasa pertanyaan yang membandingkan dirinya dengan Messi sama sekali tidak masuk akal dan tidak menghormati performa gemilang timnya secara kolektif.
Ronaldo Cetak Rekor
Sebelum ketegangan terjadi di lorong stadion, Ronaldo menampilkan performa magis di atas lapangan untuk membungkam para pengkritik yang sempat meragukan ketajamannya.
Hanya butuh enam menit bagi CR7 untuk mencetak gol pembuka memanfaatkan umpan silang João Cancelo. Gol tersebut resmi menjadikannya pemain pertama dalam sejarah sepak bola yang selalu mencetak gol di enam edisi Piala Dunia berbeda.
Baca juga: Ronaldo Pecahkan Rekor Dunia Saat Portugal Bantai Uzbekistan 5-0
Aksi gemilangnya berlanjut pada menit ke-39 saat ia mengonversi umpan terobosan Bruno Fernandes menjadi gol keduanya malam itu. Torehan ini sekaligus membawa Ronaldo melewati rekor legenda Eusébio sebagai pencetak gol terbanyak Portugal di putaran final Piala Dunia dengan total 10 gol.
Dominasi Portugal malam itu disempurnakan oleh eksekusi tendangan bebas indah Nuno Mendes, gol bunuh diri Abduvohid Nematov, serta sepakan akurat Rafael Leão di menit-menit akhir.
Konfrontasi dengan Media
Namun, kegembiraan dari malam bersejarah itu sedikit ternoda oleh ketegangan di hadapan awak media. Mengetahui bahwa Lionel Messi juga tengah tampil produktif bersama Argentina, para jurnalis mencoba memancing reaksi Ronaldo.
Ketika seorang reporter dari media Meksiko mulai bertanya, "Kemarin Lionel Messi mencetak dua gol...", Ronaldo langsung memalingkan wajahnya dengan gusar, memotong kalimat tersebut, dan beralih ke jurnalis lain sembari ketus berkata, "Pertanyaan selanjutnya".
Saat jurnalis lain menanyakan pendapatnya mengenai skenario potensial menghadapi Argentina dan Messi di fase gugur nanti, sang mega bintang memberikan jawaban yang menohok namun jujur.
"Saya tidak tahu harus menjawab apa. Itu adalah pertanyaan yang tidak masuk akal," ketus Ronaldo kepada awak media. "Tapi, yah, jika pertandingan itu benar-benar terjadi nanti, itu akan menjadi laga yang luar biasa."
"Tapi yang terpenting adalah hari ini. Menang untuk lolos dari grup dan bersiap untuk apa yang akan datang.
Baca juga: Bantah Isu Perpecahan, Martínez Tegaskan Portugal Lebih Kuat
"Kami tahu kami akan menghadapi pertandingan sulit melawan Kolombia, tetapi tujuan utama adalah lolos dari grup dan kami berhasil. Saya bermain bagus, mencetak gol, membantu tim. Tim bermain sangat baik, dan kami akan terus maju."
Bangkit dari Minggu Sulit
Reaksi keras Ronaldo mencerminkan betapa besarnya tekanan psikologis yang ia pendam selama sepekan terakhir.
Sang penyerang sempat mengakui bahwa periode setelah hasil imbang mengecewakan kontra DR Kongo terasa seperti pekan yang sulit, di mana publik seolah menganggap dirinya sudah habis dan layak pensiun.
"Kami berkembang - itulah hidup," lanjutnya. "Ada kompromi yang kita hadapi selama pertandingan, selama hidup, dan tujuan utamanya selalu untuk berkembang.
“Itulah yang kami lakukan. Saya dapat memberi tahu Anda bahwa itu adalah minggu yang sangat berat, minggu yang sulit, minggu di mana opini publik sangat keras terhadap kami, semua pemain, terutama pelatih."
Meski narasi rivalitas Ronaldo-Messi tetap menjadi jualan utama media global, sang kapten menegaskan bahwa fokusnya saat ini murni untuk membawa Seleção das Quinas melangkah jauh. Dengan koleksi empat poin di tangan, Portugal kini mengalihkan fokus penuh untuk menghadapi Kolombia demi mengamankan status juara grup dan tiket ke babak 32 besar.