Spalletti Sebut Juventus Harus Waspada, Perebutan UCL Memanas
Luciano Spalletti menegaskan bahwa Juventus harus tetap waspada setelah tim asuhannya bermain imbang tanpa gol melawan AC Milan di San Siro pada Senin (27/4) dini hari WIB. Meski berhasil membawa pulang satu poin dari markas lawan, Spalletti memperingatkan bahwa perburuan tiket Liga Champions musim depan akan berlangsung sengit hingga pekan terakhir Serie A.
Hasil imbang 0-0 ini membuat Milan tetap di posisi ketiga dengan 67 poin, unggul tiga angka dari Juventus di posisi keempat. Namun, bayang-bayang Como dan AS Roma yang sama-sama mengoleksi 61 poin mulai terasa menyesakkan bagi kedua raksasa tersebut dengan hanya empat pertandingan tersisa.
Jebakan Rasa Aman dari Milan
Berbicara kepada DAZN Italia usai laga, Spalletti menganalisis performa timnya yang tampil dominan di babak kedua namun terlihat terlalu berhati-hati di paruh pertama.
“Kami melanjutkan perjalanan kami, kami mencoba mengambil inisiatif, sedikit terlalu lambat dan mudah ditebak di babak pertama, kami tidak pernah berhasil melewati pemain mereka, jadi mereka selalu berada di posisi yang tepat,” kata Spalletti.
Baca juga: Milan dan Juventus Berbagi dalam Hasil Imbang 0-0
Spalletti menjelaskan bahwa strategi Juventus memang dirancang untuk meredam transisi cepat Milan yang mematikan.
“Anda harus waspada terhadap Milan, karena Anda merasa memegang kendali penuh, dan kemudian mereka tiba-tiba menyerang dengan tiga atau empat pemain untuk mempersulit Anda. Bahayanya adalah ketika Anda merasa nyaman melawan mereka,” jelasnya.
“Saat membangun serangan dari belakang, kami melatih penjagaan preventif untuk memastikan serangan balik tersebut tidak terjadi. Ada beberapa situasi di mana kami bisa berbuat lebih baik, termasuk pelanggaran terhadap Jonathan David, tetapi kami melewatkannya.”
David Terisolasi, Vlahovic Belum Bugar
Dalam laga ini, Jonathan David tampil gigih di lini depan namun seringkali terlihat terisolasi tanpa dukungan memadai dari lini tengah. Spalletti mengakui bahwa timnya kurang berani mengambil risiko untuk menyokong sang striker Kanada tersebut.
Dusan Vlahovic dan Kenan Yildiz baru dimasukkan di menit-menit akhir karena keduanya masih dalam masa pemulihan cedera. Spalletti menegaskan bahwa ia tidak ingin mengambil risiko lebih jauh dengan memaksakan pemain yang belum fit 100%, mengingat krusialnya laga-laga sisa.
Menuju Sprint Akhir
Kemenangan mengejutkan dari tim peringkat bawah klasemen seperti Como, ditambah kebangkitan Roma, membuat posisi empat besar masih jauh dari kata aman. Spalletti tidak menampik bahwa tekanan kini semakin meningkat.
Baca juga: Liverpool Jengkel dengan Taktik Juventus dalam Perburuan Alisson
Bagi Spalletti, periode ini adalah ujian karakter bagi para pemainnya. Ia menyebut bahwa di fase akhir musim inilah akan terlihat siapa yang benar-benar layak mengenakan seragam Juventus dan siapa yang tidak. Dengan pertahanan yang hanya kebobolan satu gol dalam tujuh laga terakhir, fondasi Juve terlihat kokoh, namun ketajaman di depan gawang tetap menjadi tanda tanya besar menjelang akhir musim.
“Saya pikir ini akan berlangsung hingga menit-menit terakhir atau sangat mendekati itu, karena ini adalah pertandingan-pertandingan penting. Roma dan Como menang, jadi kita masih punya beberapa pertandingan lagi yang harus dimenangkan sebelum kita layak mendapatkan tempat di turnamen itu,” tambah Spalletti.
“Ini saatnya untuk sprint terakhir, dan pada tahap inilah kelelahan dari musim yang panjang mulai menumpuk, di sinilah Anda dapat melihat siapa yang pantas berada di Juventus dan siapa yang tidak.
“Kita harus menegaskan budaya disiplin diri, kerja keras, dan tekad yang ada di klub ini, memberikan yang terbaik setiap hari dan tidak membiarkan apa pun terlewatkan.”