Bintang tim nasional Belanda dan Tottenham Hotspur, Xavi Simons, mengonfirmasi melalui media sosial bahwa musimnya telah berakhir secara prematur akibat cedera lutut parah yang dialaminya akhir pekan lalu. Kabar ini sekaligus memastikan bahwa ia akan absen membela De Oranje dalam turnamen akbar Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko musim panas ini.

Simons (23) terpaksa ditandu keluar lapangan pada menit ke-63 saat Tottenham meraih kemenangan krusial 1-0 atas Wolverhampton Wanderers di Stadion Molineux pada hari Sabtu. Insiden tersebut terjadi setelah tabrakan keras dengan bek Wolves, Hugo Bueno. Meski sempat mencoba bangkit, Simons kembali terjatuh sambil memegangi lututnya sebelum tim medis bergegas memberikan pertolongan.

Pesan Menyentuh Simons

Melalui unggahan emosional di Instagram pada hari Minggu, Simons mengungkapkan rasa frustrasi dan kesedihannya. Pemain yang baru bergabung dengan Spurs dari RB Leipzig pada Agustus 2025 ini tak mampu menyembunyikan kekecewaannya.

Baca juga: Cristian Romero Tak Perkuat Spurs hingga Akhir Musim

“Mereka bilang hidup bisa kejam dan hari ini terasa seperti itu. Musim saya telah berakhir tiba-tiba dan saya hanya mencoba untuk memprosesnya. Jujur, saya patah hati. Semua ini tidak masuk akal,” tulis Simons.

Ia juga menyoroti hilangnya kesempatan untuk tampil di panggung tertinggi dunia musim panas nanti.

“Yang saya inginkan hanyalah berjuang untuk tim saya dan sekarang kemampuan untuk melakukan itu telah direbut dari saya… bersama dengan Piala Dunia. Mewakili negara saya musim panas ini… hilang begitu saja,” tambahnya.

Pukulan Telak bagi Spurs dan Belanda

Konfirmasi dari pihak klub menyatakan bahwa Simons mengalami robekan ligamen lutut anterior (ACL) yang mengharuskannya naik meja operasi dalam waktu dekat. 

Bagi manajer Tottenham, Roberto De Zerbi, ini adalah tamparan keras di tengah perjuangan timnya untuk keluar dari zona degradasi. Meskipun kemenangan atas Wolves memberikan harapan baru, Spurs masih tertahan di peringkat ke-18 klasemen sementara. 

Kehilangan Simons, yang mulai menemukan ritme permainannya di bawah asuhan De Zerbi, menambah panjang daftar cedera pemain kunci klub London Utara tersebut, termasuk Dominic Solanke yang juga harus menepi.

Bagi tim nasional Belanda, absennya Simons merupakan kerugian taktis yang signifikan. Pemain lulusan akademi La Masia ini diproyeksikan menjadi pilar lini tengah asuhan Ronald Koeman setelah penampilan impresifnya di Euro 2024 lalu.

Baca juga: Bukan Masalah Taktik, De Zerbi Tegaskan Tottenham Harus Tingkatkan Mentalitas

Jalan Terjal Menuju Pemulihan

Pihak Tottenham menyatakan bahwa Simons akan memulai proses rehabilitasi segera setelah operasi selesai. Dengan estimasi waktu pemulihan ACL yang biasanya memakan waktu enam hingga sembilan bulan, Simons kemungkinan besar baru akan kembali beraksi di lapangan pada paruh kedua musim depan.

Di akhir pesannya, Simons tetap menunjukkan sikap profesional dan solidaritas terhadap rekan-rekan setimnya.

“Butuh waktu untuk berdamai dengan ini, tetapi saya akan terus menjadi rekan setim terbaik yang saya bisa. Saya tidak ragu bahwa bersama-sama kita akan memenangkan pertarungan ini,” tambahnya.

“Saya akan menempuh jalan ini sekarang, dipandu oleh iman, dengan kekuatan, dengan ketahanan, dengan keyakinan, sambil menghitung mundur hari-hari untuk kembali ke lapangan.”

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!