Allegri Bela Pulisic dan Leao usai Milan Ditahan Imbang Juventus
Massimiliano Allegri meminta para pendukung AC Milan untuk tetap tenang dan puas dengan satu poin setelah hasil imbang tanpa gol melawan Juventus pada Senin dini hari WIB. Hasil ini memastikan kedua tim berbagi poin dalam dua pertemuan mereka musim ini dengan skor identik, sebuah catatan sejarah di Serie A yang mempertegas ketatnya persaingan menuju kualifikasi Liga Champions.
Meskipun Milan mendominasi peluang, termasuk tendangan Alexis Saelemaekers yang membentur mistar gawang, skor kacamata bertahan hingga peluit panjang. Hasil ini menjaga keunggulan enam poin Rossoneri atas AS Roma di peringkat kelima, dengan empat laga tersisa.
Sensitivitas Pulisic di Tengah Paceklik Gol
Salah satu sorotan utama dalam laga ini adalah performa Christian Pulisic. Kapten timnas Amerika Serikat itu kini telah melewati 16 pertandingan Serie A tanpa mencetak gol, menyamai rekor terburuknya saat membela Chelsea.
Baca juga: Milan dan Juventus Berbagi dalam Hasil Imbang 0-0
Allegri mengakui bahwa situasi ini mulai berdampak pada kondisi psikologis sang pemain.
“Christian adalah pria yang sangat sensitif dan kekeringan gol ini semakin memukulnya. Dia juga seseorang yang lebih kesulitan dengan fisik duel dan kurangnya penyerang murni, tetapi saya harus mencoba memberikan keseimbangan pada tim ini, karena kami memiliki tujuan yang harus dicapai,” ungkap Allegri kepada DAZN Italia
“Saya menyadari dia tidak sepenuhnya cocok untuk ini, saya memintanya untuk bermain sebagai tengah-kanan malam ini dan Leao sebagai tengah-kiri, jadi kami tanpa penyerang tengah. Yakinlah, pada akhir musim Pulisic akan memberikan kontribusinya.”
Pulisic bermain di sisi kanan dalam formasi tanpa striker murni, sebuah eksperimen taktis yang membuat pengaruhnya di dalam kotak penalti Juventus sangat minim.
Pembelaan untuk Rafael Leao
Berbeda dengan Pulisic, Rafael Leao justru mendapat cemoohan dari sebagian pendukung di San Siro saat ditarik keluar pada menit ke-80 untuk digantikan Christopher Nkunku. Namun, Allegri justru memberikan pembelaan mengejutkan bagi bintang asal Portugal tersebut.
“Saya rasa Rafa bermain bagus malam ini, itu salah satu penampilan terbaiknya musim ini. Antara assist dan gol, dia memberikan kontribusinya musim ini, tetapi Anda tidak bisa mengharapkan pemain seperti ini untuk selalu konsisten. Dia tidak pernah konsisten, bahkan empat atau lima tahun yang lalu, karena dia bersinar di saat yang tepat,” tegas Allegri.
Allegri memuji sikap defensif Leao dan assist matangnya untuk peluang Saelemaekers sebagai bukti bahwa sang pemain tetap berkomitmen penuh bagi tim meski tidak mencatatkan nama di papan skor.
Baca juga: Rabiot Akui Milan Tampil Buruk di Verona dan Ragu Soal Masa Depan Allegri
“Dia membantu pertahanan hari ini dan memiliki sikap yang baik, dia melakukan beberapa perubahan kecepatan, yang belakangan ini sulit dilakukannya karena masalah kebugaran. Dia melewati Bremer dan menarik bola kembali, jadi itu salah satu penampilan terbaiknya,” ujarnya.
Langkah Menuju Liga Champions
Dengan tambahan satu poin, Milan kini hanya membutuhkan dua kemenangan lagi dari empat pertandingan sisa untuk secara matematis mengamankan tiket Liga Champions. Allegri menegaskan bahwa fokus utama klub saat ini adalah hasil akhir, bukan estetika permainan atau statistik individu.
“Juventus memiliki kedalaman skuad yang bagus dengan pemain-pemain yang bisa masuk dari bangku cadangan dan menggiring bola melewati pemain lawan di sayap, tetapi anak-anak saya bertahan dengan sangat baik, kecuali satu umpan silang yang tidak berhasil disundul David,” ucap Allegri.
“Kita bisa puas dengan satu poin ini, karena memungkinkan kita untuk melangkah maju sedikit lagi, secara matematis kita sekarang hanya berjarak enam poin dari mengamankan target kita, jadi itu berarti memenangkan dua pertandingan lagi.
“Hasil imbang adalah hasil yang tepat, ini adalah pertandingan yang seimbang di mana sebuah insiden dapat mengubah jalannya pertandingan, dan itu adalah hasil yang adil.”