Luciano Spalletti kembali ke Stadio Olimpico dengan perasaan campur aduk. Hasil imbang 3-3 yang dramatis melawan mantan klubnya, AS Roma, pada Senin dini hari WIB menyisakan banyak catatan bagi sang pelatih Juventus. Di satu sisi, ia memuji mentalitas baja anak asuhnya untuk bangkit, namun di sisi lain, ia tak bisa menyembunyikan kekecewaannya atas rapuhnya lini pertahanan Bianconeri.

Sempat tertinggal 3-1 hingga menit ke-70, Juventus menunjukkan DNA pantang menyerah mereka. Gol telat dari Jérémie Boga dan drama penyama kedudukan dari Federico Gatti di masa injury time memastikan satu poin krusial dibawa pulang ke Turin.

Emosi Campur Aduk Sang Allenatore

Dalam konferensi pers pasca-laga, Spalletti tampil blak-blakan mengenai performa timnya. Ia mengakui bahwa ada aspek yang membuatnya senang, sekaligus jengkel di saat bersamaan.

Baca juga: "Rasanya Ingin Menangis": Hati Locatelli Hancur Usai Juventus Tersingkir di UCL

“Jika kita berbicara tentang reaksi, maka saya senang, tetapi jika kita melihat musim pertama, maka saya tidak terlalu senang,” kata Spalletti kepada DAZN Italia.

“Kita harus melakukan evaluasi objektif di sini. Kita tersingkir dari Liga Champions dengan cara seperti itu setelah bermain selama 120 menit dan mengembalikan situasi yang sebelumnya sulit diatasi.”

“Namun, kami juga terlalu lambat pada gol kedua dan ketiga. Para pemain percaya diri, mereka berjuang kembali, tetapi kami juga menempatkan diri kami dalam situasi itu.”

Juventus memang tengah dalam periode sulit setelah baru saja tersingkir secara menyakitkan dari Liga Champions oleh Galatasaray di tengah pekan. Spalletti menyoroti kelelahan fisik dan mental sebagai faktor, namun enggan menjadikannya alasan utama.

Tiket Liga Champions

Meski Juventus kini tertahan di peringkat ke-6 klasemen sementara, terpaut empat poin dari Roma di posisi ke-4, Spalletti tetap optimis. Baginya, finis di zona Liga Champions bukan sekadar target, melainkan sebuah misi hidup.

“Tentu saja saya percaya akan hal ini, saya hidup untuk posisi keempat,” tegas Spalletti.

Baca juga: Chiellini Buka Suara Soal Kartu Merah Kelly dan Tersingkirknya Juventus di UCL

“Jika diberi kesempatan, saya hidup untuk posisi itu. Kami pernah mengalami momen di mana terlalu banyak beban yang menekan kami, dan kami juga tidak terlalu beruntung, tetapi tim ini telah berkembang pesat dalam banyak aspek.”

“Saya percaya kami akan menjalani bagian akhir musim yang luar biasa.”

Hasil imbang ini membuat persaingan menuju kompetisi kasta tertinggi Eropa semakin memanas. Dengan Inter, Milan, dan Napoli yang mulai menjauh di tiga besar, satu slot tersisa kini diperebutkan sengit oleh Roma, tim kejutan Como, Juventus, dan Atalanta.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!