Antara Menyesal dan Bersyukur, Sarri Tanggapi Hasil Imbang 2-2 di Markas Juventus
Manajer Lazio, Maurizio Sarri, mengaku merasakan emosi yang campur aduk setelah timnya dipaksa bermain imbang 2-2 oleh Juventus di Allianz Stadium, Senin (9/2) dini hari WIB. Meski sempat unggul dua gol, gol telat Pierre Kalulu pada menit ke-96 merampas kemenangan bersejarah yang sudah di depan mata Biancocelesti.
Usai laga, Sarri mengungkapkan perasaannya anatara ada rasa getir karena gagal mengunci poin penuh, namun tetap menghargai hasil satu poin di markas tim raksasa seperti Juventus.
Penyesalan Atas Peluang yang Terbuang
Lazio tampil sangat efisien di babak pertama dan awal babak kedua lewat gol Pedro dan Gustav Isaksen. Namun, Sarri menyoroti kegagalan timnya dalam menyudahi perlawanan Juventus ketika memiliki kesempatan untuk unggul 3-1 melalui serangan balik di sepuluh menit terakhir.
Baca juga: Juventus 2-2 Lazio: Gol Telat Kalulu Selamatkan Bianconeri dari Kekalahan
“Masih ada waktu tersisa ketika kami mencetak gol kedua, jadi jelas kami belum merasa pertandingan sudah selesai, karena Juventus menyerang dengan penuh semangat,” kata Sarri kepada DAZN Italia.
“Jika ada penyesalan, itu adalah bahwa dalam 10 menit terakhir, kami memiliki dua peluang untuk menjadikan skor 3-1 dan tidak memanfaatkannya. Selalu ada perasaan yang jelas bahwa Juventus bisa menyamakan kedudukan, jadi penyesalannya adalah kami menyia-nyiakan peluang tersebut, daripada kebobolan di akhir pertandingan.”
Satu Poin di Turin Tetap Positif
Meskipun gagal meraih kemenangan pertama Lazio di Allianz Stadium sejak musim 2017/18, Sarri tetap berusaha melihat sisi positif. Ia memuji ketangguhan mental para pemainnya yang tampil tanpa beberapa pilar penting seperti Mattia Zaccagni dan Manuel Lazzari.
Statistik menunjukkan Juventus yang jauh lebih dominan dengan melepaskan 34 tembakan ke gawang sementara Lazio hanya delapan. Hal ini membuat Sarri mengakui bahwa ia tidak mengharapkan banyak hal.
“Ketika Anda pulang dari stadion ini dengan satu poin, itu selalu merupakan hasil yang positif,” lanjut Sarri.
“Jelas, ada beberapa penyesalan kecil, tetapi lebih dari segalanya saya membawa pulang keyakinan bahwa para pemain ini sulit untuk dikalahkan. Mereka bereaksi terhadap segalanya, mereka tidak pernah menyerah ketika menghadapi kesulitan apa pun, jadi itu meyakinkan.”
Baca juga: Nico Paz Menggila saat Como Bantai Lazio 3-0 di Olimpico
Kondisi Skuat dan Dukungan Suporter
Lazio harus melakukan beberapa pergantian pemain karena masalah fisik pada babak kedua, termasuk Toma Basic dan Mario Gila. Di tengah ketegangan antara manajemen klub dan suporter, Sarri tetap membela semangat juang anak asuhnya.
“Suasana di dalam skuad sangat positif. Para pemain bekerja dengan antusiasme dan semangat yang tinggi,” tegas Sarri.
“Tentu saja, bermain di Stadio Olimpico yang kosong adalah perasaan yang mengerikan dan kami lebih suka jika perseteruan antara pemilik klub dan penggemar Lazio segera berakhir, karena kami sangat membutuhkan dukungan para pendukung kami.”
Hasil ini membuat Lazio tetap berada di posisi ke-8 klasemen sementara Serie A dengan 33 poin, masih berupaya keras untuk masuk ke zona kompetisi Eropa.