Runtuhnya proyek ambisius European Super League (ESL) tampaknya sudah di depan mata. Dalam sebuah langkah mengejutkan yang menandai berakhirnya sebuah era ketegangan di sepak bola Eropa, Barcelona secara resmi mengumumkan pengunduran diri mereka dari proyek Liga Super Eropa pada Sabtu (7/2).

Keputusan ini meninggalkan rival abadi mereka, Real Madrid, sebagai satu-satunya klub yang masih bertahan dalam kompetisi yang sempat mengancam akan merombak total tatanan sepak bola dunia dan menyaingi Liga Champions milik UEFA.

Deklarasi Damai dari Blaugrana

Melalui pernyataan singkat namun tegas, manajemen Barcelona mengonfirmasi bahwa mereka telah mengirimkan notifikasi formal kepada European Super League Company terkait keputusan untuk keluar.

Baca juga: Jinakkan Albacete 2-1, Barcelona Lolos ke Semifinal Copa del Rey

“FC Barcelona dengan ini mengumumkan bahwa hari ini secara resmi memberitahukan kepada European Super League dan klub-klub yang terlibat tentang penarikan diri mereka dari proyek Liga Super Eropa,” bunyi pernyataan resmi klub asal Catalan tersebut.

Presiden Joan Laporta, yang sebelumnya merupakan salah satu pendukung vokal proyek ini, dikabarkan telah memilih untuk memperbaiki hubungan dengan UEFA dan Asosiasi Klub Eropa (EFC). 

Keputusan ini diambil di tengah upaya Barcelona untuk memulihkan stabilitas finansial dan memperkuat posisi mereka di kancah domestik maupun Eropa.

Real Madrid Sendirian

Mundurnya Barcelona membuat Real Madrid kini berada di posisi yang sangat terisolasi. Presiden Real Madrid, Florentino Perez, yang selama ini menjadi arsitek utama Liga Super, kini kehilangan sekutu strategis terakhirnya di tanah Spanyol.

Meskipun Real Madrid terus memperjuangkan jalur hukum terkait hak kompetisi dan menuntut ganti rugi miliaran Euro dari UEFA, secara praktis liga tersebut kini hanya terdiri dari satu anggota tetap. Langkah Barcelona ini sebagai pukulan terakhir bagi proyek yang pertama kali diumumkan pada April 2021 itu.

Baca juga: Raphinha Menepi Satu Pekan Bersama Barcelona

Runtuhnya Super League

Proyek yang awalnya didukung oleh 12 klub raksasa Eropa ini hancur secara perlahan akibat tekanan masif dari suporter, liga domestik, dan pemerintah.

Sebanyak 12 klub sepakat untuk membentuk European Super League tandingan pada tahun 2021, termasuk klub-klub Liga Premier Manchester United, Manchester City, Liverpool, Chelsea, Arsenal, dan Tottenham. Namun klub-klub Inggris mundur dalam waktu 72 jam

Setelah Atletico Madrid, Inter Milan, dan AC Milan menyusul tak lama kemudian, Juventus menjadi klub ke-10 yang menarik diri dari rencana tersebut pada Juni 2024, tetapi Barcelona dan Real Madrid tetap berkomitmen pada proyek tersebut.

Dengan keluar dari ESL, Barcelona diprediksi akan segera kembali mendapatkan kursi penuh di dewan EFC dan memperlancar negosiasi terkait hak siar serta partisipasi di format baru Liga Champions yang lebih menguntungkan secara finansial bagi klub-klub besar.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!