Legenda sekaligus mantan kapten Chelsea, John Terry, secara terbuka mengungkapkan rasa frustrasinya setelah dirinya diabaikan oleh manajemen klub untuk mengisi posisi manajer sementara usai pemecatan Enzo Maresca pada awal Januari lalu.

Jabatan tersebut justru diberikan kepada pelatih akademi, Calum McFarlane, yang memimpin tim utama dalam laga krusial melawan Manchester City dan Fulham sebelum penunjukan Liam Rosenior sebagai pelatih tetap. Terry, yang saat ini menjabat sebagai konsultan di akademi Chelsea, mengaku tidak habis pikir mengapa namanya bahkan tidak dilibatkan dalam jajaran staf kepelatihan transisi tersebut.

Frustrasi Tak Dilirik Jadi Pelatih

Dalam sesi bincang-bincang di kanal YouTube Golf Life bersama Jimmy Bullard, Terry menegaskan bahwa perasaannya bukan sekadar marah, melainkan lebih kepada kebingungan atas keputusan direktur olahraga dan pemilik klub.

Baca juga: Chelsea Buang Keunggulan Dua Gol Saat Ditahan Imbang 2-2 oleh Leeds

"Bagi saya, berada di gedung dan menjadi bagian dari grup U-21 baru-baru ini ketika mereka bermain melawan Man City, saya tidak dipanggil atau tidak diikutsertakan dalam pertandingan itu,” kata Terry.

“Saya tidak kesal, tetapi mungkin lebih frustrasi karena saya jelas merupakan bagian dari grup U-21 yang pergi ke sana.”

“Jadi, meskipun saya tidak memimpin tim - Calum memimpin tim, bermain sangat baik dan mendapatkan hasil dari pertandingan itu - saya merasa seharusnya saya menjadi bagian dari itu.”

Terry menambahkan bahwa ia sangat menghargai ketegasan dalam pengambilan keputusan, namun ia merasa keputusan untuk tidak melibatkannya sama sekali terasa ganjil mengingat status dan pengalamannya di klub. 

"Dengar, orang-orang harus membuat keputusan, saya suka ketika orang-orang membuat keputusan dan berkata: 'Ya atau tidak',” jelasnya.

"Jelas, pemilik, direktur olahraga, siapa pun yang membuat keputusan itu, berkata tidak, untuk tidak memasukkan saya karena alasan apa pun, saya tidak tahu.”

"Itulah mengapa saya mungkin tidak mendapatkan bagian Chelsea jika saya tidak pergi dan melakukan bagian lainnya. Tapi saya jelas tidak sedang mencarinya."

Kesenjangan Lisensi dan Pengalaman

Salah satu poin yang memicu perdebatan di kalangan penggemar adalah fakta bahwa Calum McFarlane memimpin tim utama hanya dengan mengantongi lisensi UEFA B. 

Di sisi lain, John Terry telah memiliki lisensi UEFA Pro, kualifikasi kepelatihan tertinggi di Eropa.

Baca juga: Cuma Kalah Lawan Arsenal, Rosenior Puji Mentalitas Chelsea

Meskipun McFarlane berhasil membawa Chelsea meraih hasil imbang 1–1 melawan Manchester City yang dipimpin Pep Guardiola, Terry merasa kehadirannya bisa memberikan nilai tambah bagi moral ruang ganti yang sedang terguncang akibat pemecatan Maresca pada Hari Tahun Baru.

Masa Depan di Stamford Bridge

Sejak pensiun, Terry telah beberapa kali dikaitkan dengan peran manajerial, termasuk sempat menjadi asisten Dean Smith di Aston Villa dan Leicester City. 

Meski ia mencintai perannya saat ini di akademi, ia tidak menutupi ambisinya untuk suatu saat nanti memimpin Chelsea sebagai pelatih kepala.

Namun, pengabaian ini seolah memberikan sinyal bahwa manajemen The Blues saat ini memiliki visi yang berbeda terkait keterlibatan para legenda klub di tim utama. Di bawah asuhan pelatih baru Liam Rosenior, Chelsea kini tengah berjuang keras untuk menembus empat besar Premier League, bersaing ketat dengan Manchester United.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!