Di balik pintu tertutup Stadion Tottenham Hotspur yang kini terasa mencekam, sebuah diskusi kecil terjadi di antara para pemain. Penyerang Tottenham, Dominic Solanke, mengungkapkan bahwa skuat The Lilywhites mengadakan percakapan serius dan jujur menyusul kekalahan tragis 1-3 dari Crystal Palace, Jumat (6/3) dini hari WIB.

Ini adalah kekalahan kelima berturut-turut di Premier League dan memperpanjang rekor tanpa kemenangan Spurs menjadi 11 laga beruntun, sebuah krisis yang menyeret klub ke jurang degradasi, hanya terpaut satu poin dari zona merah.

"Tidak Ada Lagi Alasan"

Solanke, yang mencetak gol pembuka sebelum kartu merah Micky van de Ven merusak segalanya, mengakui bahwa suasana di ruang ganti sangat berat. 

Alih-alih mencari kambing hitam atas keputusan wasit atau badai cedera yang menimpa tim, para pemain memilih untuk saling berhadapan.

Baca juga: Palace Menang 3-1 atas Tottenham yang Semakin Terpuruk di Jurang Degradasi

"Kami baru saja melakukan percakapan besar. Kami tahu posisi kami saat ini jelas bukan posisi yang kami inginkan, jadi kami perlu mencari cara untuk keluar dari situasi ini secepat mungkin," kata Solanke kepada TNT Sports.

"Kami tahu ada kesulitan, tetapi kami tidak lagi berada dalam posisi untuk membuat alasan. Kami perlu berjuang dan menyadari posisi kami saat ini.

Solanke menekankan bahwa para pemain harus menyadari realitas baru mereka: Tottenham Hotspur kini sedang berjuang untuk bertahan hidup di kasta tertinggi.

"Kami tahu klub tidak terbiasa berada dalam posisi ini, jadi kami perlu memahaminya dan menyadari bahwa ini tidak akan mudah dan kami perlu berjuang di setiap pertandingan, setiap menit, untuk memastikan kami berkembang,” tambahnya.

Tudor Tetap Percaya, Peter Crouch Berkata Lain

Manajer interim Igor Tudor, yang kini telah menelan tiga kekalahan dari tiga laga pertamanya, justru memberikan pandangan yang sedikit mengejutkan. Meski timnya babak belur di babak pertama setelah gol Strand Larsen dan brace Ismaïla Sarr, Tudor mengklaim melihat sesuatu dalam timnya.

“Sayangnya, inilah saatnya kita membayar segalanya,” ujar Tudor. “Satu kartu merah mengubah segalanya. Akan saya katakan sekarang, mungkin kedengarannya aneh, tetapi saya lebih percaya setelah pertandingan ini daripada sebelumnya. Saya melihat sesuatu.”

Namun, legenda Spurs, Peter Crouch, tidak sependapat. Berbicara sebagai pundit, Crouch menyebut situasi mantan klubnya itu sebagai yang terburuk yang pernah dilihatnya. 

Menurutnya, kualitas skuat yang ada saat ini tidak cukup untuk menutupi absennya pilar-pilar utama seperti James Maddison dan Micky van de Ven, yang kini dipastikan absen saat bertandang ke Liverpool pekan depan.

Baca juga: Skuad Spurs Hadapi Pemotongan Gaji 50% Jika Degradasi

Jadwal Horor Menanti

Dengan sisa sembilan pertandingan, waktu bukan lagi teman bagi Tottenham. Percakapan besar yang diungkapkan Solanke harus segera diterjemahkan menjadi poin di lapangan, atau mereka akan menghadapi mimpi buruk terbesar dalam sejarah modern klub.

Minggu depan, ujian sesungguhnya menanti di Anfield. Tanpa Van de Ven dan dengan mental yang rapuh, mampukah percakapan di ruang ganti itu mengubah nasib Spurs?

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!