Rosenior Pertanyakan Kedisiplinan Chelsea Usai Takluk dari Arsenal
Manajer Chelsea, Liam Rosenior, tidak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya setelah melihat timnya tumbang 2-1 di tangan Arsenal dalam Derby London di Emirates Stadium, Minggu malam. Kekalahan ini terasa kian pahit karena The Blues kebobolan melalui skema bola mati yang sudah menjadi rahasia umum sebagai senjata mematikan Arsenal, serta harus mengakhiri laga dengan sepuluh pemain.
Dua gol kemenangan Arsenal dicetak oleh dua bek, William Saliba (21') dan Jurrien Timber (66'), yang keduanya berawal dari situasi sepak pojok. Sementara Chelsea sempat menyamakan kedudukan lewat gol bunuh diri Piero Hincapie di penghujung babak pertama.
Kebobolan dari Bola Mati
Usai laga, Rosenior menyoroti kegagalan anak asuhnya dalam mengantisipasi rutinitas bola mati Mikel Arteta.
Baca juga: Arsenal Bungkam Chelsea 2-1 di Emirates
Arsenal kini telah menyamai rekor gol terbanyak dari sepak pojok dalam satu musim Premier League (16 gol), dan Rosenior merasa timnya seolah memberikan kemenangan tersebut.
"Saya merasa sebagai sebuah tim, termasuk saya sendiri, kami telah belajar dari kesalahan minggu lalu. Kebobolan dua gol dari bola mati, yang pada akhirnya membuat kami kalah, sungguh mengecewakan," kata Rosenior.
“Ini adalah hal-hal yang telah kita bicarakan, karena ada banyak hal baik [dalam permainan kita], tetapi saya tidak ingin duduk di sini membicarakan betapa bagusnya permainan kita setiap minggu tanpa mendapatkan poin.'
Kartu Merah dan Masalah Kedisiplinan
Kondisi Chelsea kian diperparah setelah Pedro Neto diusir keluar lapangan pada menit ke-70 menyusul kartu kuning kedua dalam selang waktu tiga menit.
Kehilangan pemain kunci di saat mengejar ketertinggalan membuat misi comeback Chelsea praktis berakhir.
Rosenior menegaskan bahwa masalah kedisiplinan ini adalah sesuatu yang harus segera diakhiri dari skuadnya jika mereka ingin tetap bersaing di papan atas.
“Sangat mengecewakan mendapat kartu merah lagi,” lanjut Rosenior.
“Kartu merah itu mengecewakan bagi Pedro karena dia pemain yang sangat, sangat bagus dan Anda ingin dia berada di lapangan. Sampai saat itu, dia sebenarnya menimbulkan masalah bagi Arsenal. Hal yang membuat frustrasi bagi kami adalah bukan hanya hari ini, tetapi kami akan kehilangannya saat melawan Aston Villa.”
“Namun, bukan hanya Pedro. Sebagai sebuah tim, dan saya sebagai pemimpin, kami harus lebih bertanggung jawab atas beberapa pengambilan keputusan dalam hal disiplin kami. Dan gol-gol yang kami kebobolan, bukan hanya hari ini, beberapa di antaranya tidak dapat diterima di level ini.”
Baca juga: Denda Fantastis Menanti, FA Hukum Chelsea dan West Ham Usai Keributan Massal
Dua Masalah Utama
Kekalahan ini membuat Chelsea tertahan di posisi ke-6 dengan 45 poin, sementara Arsenal kokoh di puncak klasemen dengan keunggulan lima poin atas Manchester City.
Dengan 10 pertandingan tersisa, Chelsea perlu mengatasi masalah yang ada di timnya guna meraih tempat di zona Liga Champions. Rosenior menyebut ada dua masalah yang harus diatasi sebelum berakhirnya musim.
“Ini soal fokus dan konsentrasi yang perlu kita perbaiki,”ujarnya. “Sejak saya datang, kami memiliki sepuluh pertandingan tanpa masalah ini, tetapi sekarang kami mendapat dua kartu merah dalam dua pertandingan, jadi ada sesuatu yang mendasar yang perlu kita selidiki.”
“Intinya bagi saya, jika kita bisa mengatasi dua masalah utama itu, kita bisa menjadi tim yang sangat, sangat bagus dan mencapai semua hal yang ingin kita capai.”
Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!