Howe Pasang Badan Usai Newcastle Tumbang: "Tanggung Jawab Ada di Saya"
Manajer Newcastle United, Eddie Howe, menegaskan bahwa dirinya adalah sosok yang paling bertanggung jawab setelah timnya menderita kekalahan menyakitkan 2-1 dari Crystal Palace di Selhurst Park pada Minggu lalu. Kekalahan ini membuat The Magpies terlempar ke posisi 14 klasemen Premier League, memicu kritik tajam terhadap performa tim yang terus merosot.
Newcastle sebenarnya tampak berada di jalur kemenangan setelah William Osula mencetak gol pembuka di akhir babak pertama. Namun, pertahanan United kolaps di sepuluh menit terakhir. Jean-Philippe Mateta menyamakan kedudukan pada menit ke-80 sebelum akhirnya mengunci kemenangan Palace lewat titik putih di masa injury time.
"Saya yang Bertanggung Jawab"
Berbicara dalam nada reflektif usai pertandingan, Howe tidak mencari alasan atas kegagalan timnya mempertahankan keunggulan. Newcastle kini tercatat telah kehilangan 25 poin dari posisi unggul musim ini—catatan terburuk di liga.
Baca juga: Brace Dramatis Mateta Bawa Palace Menang Comeback 2-1 atas Newcastle
"Saya selalu harus melihat diri saya sendiri terlebih dahulu. Saya selalu mengatakan itu. Saya yang bertanggung jawab nomor satu," kata Howe.
"Tidak mungkin kami kalah dalam pertandingan itu. Kami memiliki tim yang lebih muda hari ini, tetapi itu bukan alasan. Ada cukup banyak pemain internasional berpengalaman di lapangan untuk mengatasi aspek pertahanan dengan cukup baik."
Masalah Psikologis dan Taktis
Howe mengakui ada penurunan performa yang mengkhawatirkan di babak kedua, di mana para pemainnya cenderung turun terlalu dalam dan mengundang tekanan lawan, sebuah perubahan taktis yang tidak direncanakan yang ia sebut sebagai masalah psikologis.
Newcastle kini telah kehilangan 25 poin dari posisi unggul musim ini dan Howe frustrasi karena para pemainnya tidak mampu menyelesaikan pertandingan dengan baik melawan tim lawan.
"Angka-angka itu luar biasa. Itu telah merusak musim kami," jelasnya.
"Faktanya, kami belum mampu mengkonsolidasikan momen-momen bagus dalam pertandingan, tetapi juga untuk terus mencetak lebih banyak gol dan terus menyerang. Itu bukan instruksi taktis yang kami berikan kepada para pemain."
Keputusan Howe untuk mencadangkan dua rekrutan besar senilai £220 juta, Nick Woltemade dan Yoane Wissa, juga menjadi sorotan tajam. Meski begitu, Howe bersikeras bahwa fokus utamanya sekarang adalah membawa tim kembali ke dasar untuk menghentikan tren negatif.
Baca juga: Dominasi Total di Camp Nou: Barcelona Hancurkan Newcastle 7-2
Tekanan Menuju Akhir Musim
Dengan hanya enam pertandingan tersisa, posisi Newcastle di peringkat 14 menjadi ironi besar mengingat tim ini sempat mencicipi babak 16 besar Liga Champions awal musim ini. Jarak dengan zona degradasi memang masih cukup aman, namun mimpi kompetisi Eropa musim depan dipastikan sudah sirna.
Bagi Howe, sisa musim ini adalah tentang pembuktian karakter. "Ini adalah periode yang sulit, tapi di sinilah Anda butuh grup ini untuk menunjukkan karakter asli mereka. Kami harus bertahan lebih baik dan menyerang dengan kualitas lebih."
Newcastle akan berusaha bangkit saat menjamu AFC Bournemouth akhir pekan depan, dalam laga yang kini dianggap krusial untuk mengembalikan kepercayaan diri publik St James' Park.