Cemooh Gaya Main Arsenal, Hurzeler: Cuma Brighton yang Niat Main
Kekalahan tipis 1-0 Brighton & Hove Albion dari pemuncak klasemen Arsenal pada Kamis dini hari WIB meninggalkan luka mendalam bagi Fabian Hurzeler. Manajer asal Jerman tersebut meluncurkan serangan verbal yang pedas terhadap taktik pasukan Mikel Arteta, menuduh mereka sengaja merusak ritme permainan dan membuat aturan sendiri di lapangan.
Gol tunggal Bukayo Saka di menit ke-9, yang menandai penampilannya yang ke-300 untuk klub, memang menjadi pembeda secara skor. Namun, bagi Hurzeler, jalannya pertandingan di Amex Stadium adalah sebuah penghinaan terhadap sepak bola itu sendiri.
“Cuma Brighton yang Niat Main”
Dalam konferensi pers pasca-pertandingan yang emosional, Hurzeler tidak menahan diri. Ia menyoroti statistik penguasaan bola dan dominasi timnya yang gagal membuahkan hasil karena gangguan konstan dari pemain lawan.
“Saya rasa statistik tidak pernah bohong. Kami kebobolan satu tembakan ke gawang, kami menciptakan banyak peluang, tetapi kami tidak terlalu efektif. Selain itu, di sepertiga akhir lapangan kami bisa lebih klinis, lebih tenang, dan bisa mengambil keputusan yang lebih baik,” kata Hurzeler.
Baca juga: Gol Tunggal Saka Kalahkan Brighton 1-0, Arsenal Perlebar Jarak 7 Poin
"Kami bahkan bisa menciptakan lebih banyak peluang, tetapi secara keseluruhan, seperti yang Anda katakan, pada akhirnya kami kalah, jadi kami semua kecewa dengan penampilan kami.
"Saya menyukai usaha para pemain saya, saya menyukai cara mereka bermain sepak bola. Saya pikir hanya ada satu tim yang berusaha bermain sepak bola hari ini dan karena itu saya bangga dengan cara mereka melakukannya.
"Kita harus terus bekerja pada detail-detail kecil, kita harus terus meningkatkan margin kecil di sepertiga akhir lapangan untuk menciptakan lebih banyak peluang, tetapi itu adalah tugas kita, tanggung jawab kita, dan kita akan terus bekerja."
Soal David Raya
Keluhan utama Hurzeler tertuju pada kiper Arsenal, David Raya. Ia menuduh kiper asal Spanyol tersebut kesakitan sebanyak tiga kali, yang menurut Hurzeler adalah taktik yang disengaja untuk mematikan momentum Brighton yang sedang menekan.
“Saya ingin mengajukan satu pertanyaan, apakah Anda melihat di pertandingan Premier League seorang kiper terjatuh tiga kali? Tidak? Jadi saya pikir kita tidak perlu terlalu banyak membahas hal itu malam ini. Kita harus fokus pada diri kita sendiri, kita harus fokus pada performa kita. Kita tidak bisa mengendalikan hal-hal seperti ini,” tegasnya.
Baca juga: Arteta Pasang Badan Soal Taktik Bola Mati Arsenal
"Oleh karena itu, saya pikir Premier League harus menemukan aturannya dan itu bukan urusan saya. Saya sudah menyampaikan pendapat saya sebelum pertandingan dan saya tetap pada pendirian saya, pada akhirnya kami adalah pelatih sepak bola, jadi tidak ada pelatih sepak bola lain yang mengatur pertandingan, membantu tim untuk menang, dan oleh karena itu fokusnya adalah pada hal itu."
Arsenal kini mengoleksi 67 poin dari 29 laga, memperlebar jarak dari Manchester City yang tertahan 2-2 oleh Nottingham Forest. Bagi Arsenal, kemenangan "kotor" ini adalah langkah raksasa menuju gelar juara pertama mereka dalam 22 tahun.
Sementara Brighton yang saat ini menduduki peringkat ke-13 harus segera bangkit saat melawat ke markas Sunderland.