Manajer Arsenal, Mikel Arteta, memberikan respons dingin dan menohok terhadap keluhan berulang dari pelatih Brighton & Hove Albion, Fabian Hurzeler. Perseteruan verbal ini memuncak setelah The Gunners menang tipis 1-0 di American Express Stadium, Kamis dini hari WIB, sebuah hasil yang membawa Arsenal unggul tujuh poin di puncak klasemen Premier League.

Hurzeler, yang tampak sangat emosional sepanjang pertandingan, kembali melancarkan kritik keras terhadap gaya bermain Arsenal yang ia anggap merusak sepak bola. Namun, Arteta tampaknya sudah kebal dengan tudingan semacam itu.

Adu Mulut Arteta vs Hurzeler

Dalam sesi konferensi pers pasca-laga, Hurzeler meledak dengan menuduh Arsenal sengaja mengulur waktu secara berlebihan dan "membuat aturan sendiri" di lapangan. Pelatih asal Jerman itu secara khusus menyoroti aksi kiper David Raya yang mendapat perawatan medis sebanyak tiga kali.

"Saya tanya satu hal kepada kalian: pernahkah kalian melihat kiper jatuh tiga kali dalam satu pertandingan Premier League? Jika wasit membiarkan segalanya, maka mereka (Arsenal) seolah membuat aturan mereka sendiri," cetus Hurzeler dengan nada geram. "Hanya ada satu tim yang mencoba bermain sepak bola hari ini."

Baca juga: Cemooh Gaya Main Arsenal, Hurzeler: Cuma Brighton yang Niat Main

Mendengar komentar rivalnya tersebut, Arteta hanya tersenyum sinis dan memberikan jawaban singkat yang mematikan: "Apa mengejutkan?".

“Saya rasa mereka menyukai pemain kami, dan setiap kali mereka membicarakan pemain kami, saya pikir mereka adalah pemain yang paling dicintai di negara ini.”

Arteta kemudian mempertegas posisinya dengan menyatakan bahwa kritik seperti itu bukanlah hal baru baginya. 

"Anda bisa melihat kembali pertandingan-pertandingan kami sebelumnya dan Anda akan selalu menemukan komentar seperti itu. Saya mencintai pemain saya dan saya mencintai cara kami berkompetisi. Itulah sorotan utamanya," tambah manajer asal Spanyol tersebut.

Perang Saraf di Pinggir Lapangan

Ketegangan antara kedua manajer sebenarnya sudah terasa sejak babak pertama. Keduanya sempat terlibat adu mulut di area teknis saat Hurzeler memprotes keras keputusan wasit Chris Kavanagh.

Arteta, yang kini semakin dekat dengan gelar juara liga pertamanya sebagai manajer, menegaskan bahwa ia tidak peduli dengan opini manajer lain selama timnya terus meraih hasil positif. 

Saat ditanya apakah ia peduli dengan apa yang dipikirkan manajer lawan, Arteta menjawab dengan diplomatis namun tajam: "Tergantung. Tergantung pada komentarnya, orangnya, dan tujuannya."

Fokus pada Gelar, Bukan Gaya

Arteta bersikeras bahwa ia tidak peduli dengan kritik mengenai "taktik kotor" atau kurangnya estetika dalam permainan timnya. 

Dengan Manchester City yang ditahan imbang oleh Nottingham Forest, Arsenal kini memegang kendali penuh dalam perburuan gelar juara liga pertama mereka sejak 2004.

Baca juga: Arteta Pasang Badan Soal Taktik Bola Mati Arsenal

“Jika Anda melihat jumlah menit bermain para pemain dibandingkan musim lalu, jumlahnya sudah jauh lebih tinggi. Itulah jadwalnya, normalitas yang kita miliki sekarang dalam kompetisi yang kita ikuti. Kita harus menerimanya, tetapi tingkat energi dan keinginan yang mereka berikan, itu luar biasa,” jelasnya.

“Saya rasa itu terutama disebabkan oleh apa yang terjadi dalam pertandingan dan kurangnya ketenangan yang kami miliki di momen-momen tertentu - mungkin detak jantung kami sedikit terlalu tinggi di momen-momen tertentu karena kami juga berusaha untuk pulih. Jadi jelas itu bukan niat kami, tetapi pada akhirnya para pemain harus membuat keputusan. Jika mereka percaya bahwa di momen-momen tertentu mereka harus melakukan itu, mereka harus melakukannya.”

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!