Pelatih Bodo/Glimt, Kjetil Knutsen, tidak mampu menyembunyikan rasa bangganya setelah timnya mengukir sejarah baru di San Siro. Keberhasilan menyingkirkan raksasa Italia, Inter Milan, dengan kemenangan 2–1 di leg kedua (agregat 5–2) disebut Knutsen sebagai momen bersejarah yang membuktikan bahwa tim kecil dari lingkaran Arktik pun bisa menaklukkan puncak sepak bola Eropa.

Kemenangan ini memastikan Bodo/Glimt melaju ke babak 16 besar UEFA Champions League 2025/26 untuk pertama kalinya dalam sejarah klub, sekaligus memperpanjang daftar korban besar mereka musim ini setelah sebelumnya menumbangkan Manchester City dan Atletico Madrid.

Momen Bersejarah

Berbicara dalam suasana emosional usai peluit panjang, Knutsen memuji keberanian dan mentalitas para pemainnya yang tidak gentar menghadapi atmosfer magis San Siro. 

Baca juga: Barella Berlapang Dada, Akui Bodo/Glimt Layak Lolos dan Fokus Raih Scudetto

Meski digempur oleh 33 tembakan dari Inter, pertahanan disiplin Bodo/Glimt justru berhasil mencuri dua gol lewat serangan balik melalui Jens Petter Hauge dan Hakon Evjen.

“Ini adalah momen luar biasa dan bersejarah bagi Bodo/Glimt, dan momen bersejarah bagi sepak bola Norwegia,” kata Knutsen.

Knutsen menambahkan bahwa kunci keberhasilan mereka adalah tetap setia pada identitas tim meskipun ditekan habis-habisan. 

"Saya sangat bangga, kami adalah tim dari kota kecil. Saya sangat berharap kami telah menunjukkan bahwa jika kami bisa melakukannya, maka semua orang juga bisa melakukannya. Bagi saya, itulah hal terindah dari keseluruhan cerita ini,” tambahnya.

Nantikan Babak Selanjutnya

Dengan status tim kejutan musim ini, Bodo/Glimt kini menanti calon lawan mereka di babak 16 besar. Berdasarkan bagan turnamen, mereka berpotensi kembali bertemu dengan Manchester City atau wakil Portugal, Sporting CP.

Ketika ditanya seberapa jauh Bodo bisa melangkah, Knutsen berkata, "Saya tidak tahu, kita tidak berbicara tentang gol, kita berbicara tentang performa."

Baca juga: Chivu Akui Inter Kurang Kompetitif di Eropa, Sebut Bodo/Glimt Layak Lolos

"Saya ingin mengembangkan para pemain, tim, dan selalu berusaha untuk kompetitif. Itulah cara kami melakukannya. Akan sama juga di pertandingan selanjutnya."

Jens Petter Hauge kembali menjadi inspirasi, mencetak gol keenamnya di kompetisi musim ini untuk gol pembuka, sebelum memberikan asis kepada Hakon Evjen yang kemudian mencetak gol kedua.

"Kedengarannya tidak nyata, tetapi kami berada di sana, di antara tim-tim terakhir di kompetisi ini," ujarnya, yang kembali ke San Siro tempat ia pernah bermain selama dua tahun di AC Milan.

"Akan sangat menarik untuk melihat apa yang akan terjadi di dua pertandingan berikutnya."

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!