Tak Sabar Atalanta Jamu Bayern Munich, Palladino: Ini Malam yang Magis
Pelatih Atalanta, Raffaele Palladino, menegaskan bahwa timnya tidak akan gentar saat menjamu raksasa Jerman, Bayern Munich, dalam laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions di New Balance Arena, Rabu (11/3) dini hari WIB.
Palladino meyakini bahwa atmosfer di Bergamo akan menciptakan malam yang magis bagi sejarah klub.
Malam Magis di Bergamo
La Dea melaju ke fase gugur setelah secara sensasional menyingkirkan Borussia Dortmund dengan agregat 4-3 di babak playoff. Keberhasilan tersebut memberikan kepercayaan diri tinggi bagi skuat asuhan Palladino untuk menghadapi tantangan Jerman berikutnya yang jauh lebih tangguh.
“Besok akan menjadi malam yang magis dan luar biasa bagi kami, karena merupakan mimpi untuk berada di babak 16 besar Liga Champions melawan salah satu tim terkuat di dunia,” kata Palladino kepada Sky Sport Italia.
Baca juga: Atalanta Imbangi Lazio, Palladino Nikmati Drama di Olimpico
“Mimpi ada untuk diwujudkan. Kami ingin menikmatinya sepenuhnya dan menyulitkan Bayern. Kami bermain di kandang, jadi bisa mengulangi penampilan melawan Borussia Dortmund.”
Harapan Terakhir dari Italia
Dengan tersingkirnya seluruh wakil Serie A lainnya, Atalanta kini memikul beban sebagai satu-satunya harapan terbesar Italia di kompetisi elit ini.
Palladino menyadari tanggung jawab tersebut dan merasa bahwa seluruh pecinta sepak bola Italia akan memberikan dukungan moral bagi timnya.
“Menjadi satu-satunya tim Italia di Liga Champions adalah perasaan yang menyenangkan, kami merasa bahwa semua orang Italia mendukung kami dan saya menerima pesan-pesan penyemangat dari seluruh dunia, termasuk dari mantan pemain saya di Fiorentina dan Monza,” tambah Palladino.
“Kami tidak ingin membatasi diri kami sendiri. Kami ingin menunjukkan kemampuan kami, tentu saja dengan menyadari bahwa Bayern Munich adalah tim yang benar-benar hebat.”
Meski demikian, persiapan Atalanta sedikit terganggu oleh badai cedera. Pemain kunci seperti Giorgio Scalvini, Ederson, dan Charles De Ketelaere dipastikan absen. Namun, Palladino tetap optimistis dengan kedalaman skuatnya, termasuk mengandalkan performa apik Yunus Musah yang belakangan ini tampil produktif.
Menantang Mesin Gol Vincent Kompany
Di sisi lain, Bayern Munich asuhan Vincent Kompany datang ke Italia dengan status tim yang hampir sempurna. Die Roten baru saja memetik kemenangan telak 4-1 atas Borussia Mönchengladbach di Bundesliga dan unggul jauh di puncak klasemen.
Baca juga: Coppa Italia: Lazio Ditahan Imbang 2-2 Lawan Atalanta
Meski Harry Kane diragukan tampil karena cedera betis ringan, Bayern masih memiliki barisan penyerang mematikan seperti Michael Olise dan Luis Diaz.
Palladino menekankan bahwa agresivitas akan menjadi kunci untuk meredam dominasi Bayern. “Bayern tidak memiliki banyak titik lemah, tetapi kami mempelajarinya dengan cermat,” tambah Palladino.
“Mereka memiliki kualitas yang sangat tinggi dalam serangan, terutama Harry Kane, tetapi kita tidak boleh kehilangan identitas kita, tidak boleh menurunkan tempo, karena intensitas adalah kekuatan terbesar kita.”
Pertandingan ini diprediksi akan berlangsung sengit, mengingat rekor kandang Atalanta yang cukup solid di kompetisi Eropa musim ini. Dukungan penuh dari publik Bergamo diharapkan mampu menjadi pemain ke-12 yang bisa meruntuhkan dominasi tim tamu.