Allianz Stadium bersiap menjadi panggung bagi Juventus untuk mengejar ketertinggalan pada Kamis dini hari nanti melawan Galatasaray. Menjelang laga hidup-mati leg kedua babak knockout play-off UEFA Champions League 2025/26, pelatih Luciano Spalletti mengirimkan pesan tegas kepada pasukannya untuk lebih solid daripada sebelumnya.

Juventus memasuki laga ini dengan gunung tinggi yang harus didaki. Kekalahan telak 5–2 di Istanbul pekan lalu tidak hanya meninggalkan lubang menganga di papan skor, tetapi juga luka pada harga diri sang raksasa Italia. Kini, di hadapan pendukung sendiri, I Bianconeri wajib menang dengan selisih minimal tiga gol untuk menjaga mimpi Eropa mereka tetap hidup.

"Kita Harus Lebih Kompak"

Dalam konferensi pers jelang laga, Spalletti tidak menutupi rasa kecewanya terhadap kerapuhan lini pertahanan Juventus yang dieksploitasi habis-habisan oleh Noa Lang dan Gabriel Sara di leg pertama.

Baca juga: Juventus Kalah Telak 2-5 di Kandang Galatasaray

"Beberapa pertandingan tidak hanya dimainkan, tetapi juga disusun," kata Spalletti.

"Ini membutuhkan keterlibatan dan partisipasi seluruh lingkungan, dan kita membutuhkan semangat para penggemar kita. Kita tahu ini situasi yang rumit, tetapi kita meminta mereka untuk berdiri di sisi kita besok. Dengan mereka di sisi kita, kita lebih kuat.”

"Kita perlu lebih solid daripada sebelumnya. Kita tahu nilai kita, kita perlu bersatu dan kompak."

Absennya Juan Cabal akibat kartu merah di leg pertama semakin memperumit situasi. Spalletti kemungkinan besar akan mengandalkan kedisplinan Lloyd Kelly dan berharap pada kebugaran Gleison Bremer yang masih diragukan untuk membendung agresi tim tamu.

Belajar dari Mimpi Buruk Istanbul

Di Turki, Juventus sempat memimpin 2–1 berkat brace Teun Koopmeiners sebelum akhirnya runtuh di babak kedua. Spalletti menilai penurunan karakter setelah jeda adalah penyebab utama malapetaka tersebut.

Bagi Spalletti, kunci comeback malam nanti bukan sekadar menyerang total, melainkan menjaga keseimbangan taktik.

"Kami terus menekankan hal ini kepada para pemain. Kami harus menunjukkan bahwa apa yang kami tunjukkan saat ini bukanlah apa yang telah kami tunjukkan sebelumnya,” lanjutnya.

"Kami telah mengatur ulang, dan kami siap memainkan pertandingan di level terbaik kami. Masa-masa sulit tidak mengurangi nilai Anda, tetapi memaksa Anda untuk menunjukkannya.”

"Kita tidak akan hidup dalam mimpi, kita akan hidup dalam situasi yang telah kita raih. Kita harus berjuang untuk itu, mengingat semua upaya yang telah kita lakukan untuk berada di level ini. Ini adalah penghargaan atas apa yang telah kita lakukan untuk sampai di sini."

Baca juga: Spalletti Kecewa, Akui Juventus Mundur Tiga Langkah usai Dibekuk Galatasaray

Krisis Lini Depan

Masalah Juventus tidak berhenti di lini belakang. Dengan Dusan Vlahovic, Arkadiusz Milik, dan Jonathan David yang absen karena cedera, beban kreativitas dan gol kini tertumpu sepenuhnya pada Teun Koopmeiners. 

Pemain asal Belanda tersebut diharapkan mampu mengulangi performa klinisnya, didukung oleh kecepatan Lois Openda di lini depan.

Di sisi lain, Galatasaray datang dengan kepercayaan diri penuh. Meski kehilangan Victor Osimhen karena cedera, keunggulan tiga gol memberikan mereka kemewahan untuk bermain lebih menunggu dan mematikan.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!