Simeone Terpukau Intensitas Club Brugge Setelah Drama 6 Gol di Belgia
Diego Simeone tidak ragu memberikan pujian setinggi langit kepada Club Brugge setelah Atletico Madrid ditahan imbang 3-3 dalam laga leg pertama play-off Liga Champions yang mendebarkan. Berbicara usai pertandingan di Jan Breydel Stadium, pelatih asal Argentina tersebut mendeskripsikan tim asuhan Ivan Leko sebagai "lawan paling intens" yang pernah dihadapi Atletico di kompetisi Eropa musim ini.
Meski sempat unggul dua gol di babak pertama, Los Rojiblancos gagal meredam gelombang serangan tuan rumah yang pantang menyerah hingga menit-menit akhir.
Dominasi Awal yang Sia-sia
Pertandingan dimulai dengan sempurna bagi Atletico. Baru delapan menit berjalan, Julian Alvarez membawa tim tamu unggul melalui titik putih setelah Joaquin Seys melakukan pelanggaran handball.
Dominasi Atletico semakin terlihat ketika Ademola Lookman menggandakan keunggulan di masa injury time babak pertama, memanfaatkan asis dari Antoine Griezmann.
Namun, keunggulan 2-0 di jeda babak ternyata bukan jaminan keamanan bagi tim tamu.
Baca juga: Tahan Imbang 3-3, Mental Baja Club Brugge Gagalkan Kemenangan Atletico
Kebangkitan Kuda Hitam
Memasuki babak kedua, Club Brugge tampil dengan energi yang berbeda. Raphael Onyedika memperkecil ketertinggalan di menit ke-51 setelah menyambar bola muntah hasil sundulan Nicolo Tresoldi yang ditepis Jan Oblak.
Sembilan menit berselang, stadion bergemuruh saat Nicolo Tresoldi menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Drama berlanjut di menit ke-79 ketika umpan silang Marcos Llorente justru dibelokkan oleh bek Brugge, Joel Ordonez, ke gawangnya sendiri. Skor 3-2 untuk Atletico tampaknya akan bertahan hingga peluit akhir, namun Christos Tzolis muncul sebagai pahlawan tuan rumah dengan gol penyeimbang di menit ke-89.
Pengakuan Simeone
Dalam konferensi persnya, Diego Simeone tampak tenang meski timnya gagal mengamankan kemenangan tandang. Ia mengakui bahwa intensitas permainan Brugge adalah sesuatu yang sudah ia antisipasi sebelumnya.
"[Itu adalah] pertandingan yang kami bayangkan, lawan paling intens di Liga Champions,” kata Simeone.
"Banyak pemain muda yang bekerja sangat baik, kami tahu itu tidak akan mudah. Kami cukup mengendalikan babak pertama, di mana kami bisa mencetak dua gol lagi.”
"Di babak kedua, mereka mulai masuk ke permainan, tidak sama, kami tidak menyerang seperti sebelumnya.”
"Namun, skor menjadi 2-2, kami kemudian unggul 2-3 dan gol terakhir itu tampaknya merupakan kesalahan interpretasi dari cara kami bertahan, dan mereka memanfaatkan kesempatan itu."
Baca juga: Atletico Hancurkan Barcelona 4-0, Satu Kaki di Final Copa del Rey
Hasil yang Adil
Simeone juga menyoroti kegagalan timnya dalam mempertahankan keunggulan. Meskipun kecewa karena gagal menang, Simeone tetap optimis menghadapi leg kedua.
"Pertandingan ini berlangsung 90 menit, bukan 45 menit. Semuanya berjalan seiring dengan apa yang terjadi," ujar Simeone. "Kami bereaksi dengan baik terhadap dua gol mereka.”
"Tim bermain sangat baik melawan lawan yang tidak mudah di sini. Kami tahu itu.”
"Jika berakhir di babak pertama, dan kami melihatnya seperti itu, ya," tambah Simeone mengenai apakah ia merasa Atletico pantas menang.
"Jika kita melihat konteksnya, hasil imbang itu adil, kami berdua memiliki peluang, kami memanfaatkannya. Leg kedua di kandang dan kami berharap untuk pertandingan yang hebat."
Hasil imbang ini memperpanjang rekor buruk Atletico yang belum mencatatkan clean sheet di Liga Champions musim ini, dengan total kebobolan 15 gol dalam tujuh pertandingan.