Arsenal harus rela membuang keunggulan dua gol dan pulang hanya dengan satu poin setelah ditahan imbang 2-2 oleh juru kunci klasemen, Wolverhampton Wanderers pada Kamis (19/2) dini hari WIB. Gol bunuh diri Riccardo Calafiori di masa injury time menjadi penutup dramatis yang membuat posisi The Gunners di puncak klasemen Premier League kini kian tertekan oleh kejaran Manchester City.

Mikel Arteta, yang menginstruksikan anak asuhnya untuk tampil dominan sejak awal, tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya setelah timnya kehilangan kendali di babak kedua.

Saka Bersinar, Hincapié Memberi Bukti

Pertandingan dimulai dengan pernyataan tegas dari Bukayo Saka. Menjabat sebagai kapten tim dan dikabarkan baru saja menandatangani kontrak jangka panjang baru, Saka ditempatkan dalam peran bebas sebagai No. 10. 

Baca juga: Arteta Desak Arsenal Jangan Anggap Remeh Wolves

Eksperimen ini membuahkan hasil hanya dalam lima menit. Declan Rice, yang terus melanjutkan musim gemilangnya, melepaskan umpan silang akurat ke kotak penalti di mana Saka menyambutnya dengan sundulan yang melewati kaki Jose Sa.

Dominasi Arsenal semakin dipertegas sepuluh menit memasuki babak kedua. Piero Hincapié, bek asal Ekuador yang telah menjadi instrumen vital dalam mesin Arteta, menyelesaikan lari cepatnya dengan melepaskan tembakan keras ke langit-langit gawang setelah menerima umpan cerdas dari Gabriel Magalhães. 

Meski bendera offside sempat meredam selebrasi, tinjauan VAR mengonfirmasi bahwa Hugo Bueno membuat Hincapié tetap dalam posisi on-side. Skor 2-0 membuat Molineux terdiam, dan para penggemar Arsenal sudah mulai menyanyikan lagu juara.

Kebangkitan Sang Serigala

Namun, Wolves punya rencana lain. Di menit ke-61, Hugo Bueno memicu kebangkitan melalui aksi individu brilian, menusuk ke dalam dengan kaki kirinya dan melepaskan tendangan melengkung yang indah ke pojok atas gawang. 

Seketika, atmosfer berubah. Hujan es yang turun di atas Molineux seolah mendinginkan nyali Arsenal sekaligus membakar semangat tuan rumah.

Sisi asuhan Arteta, yang biasanya tampil tenang, mulai goyah. Masuknya Riccardo Calafiori di menit-menit akhir dimaksudkan untuk memperkokoh pertahanan, namun ia justru menjadi tokoh sentral dalam tragedi penutup malam itu.

Mimpi Debutan, Mimpi Buruk Gelar Juara

Saat jam menunjukkan menit keempat masa injury time, kekacauan pecah. Umpan silang spekulasi dari Mateus Mané menyebabkan miskomunikasi fatal antara David Raya dan Gabriel. 

Tinju lemah Raya jatuh tepat di kaki Tom Edozie. Pemain berusia 19 tahun itu, yang baru berada di lapangan kurang dari sepuluh menit dalam debut profesionalnya, tidak ragu sedikit pun. Tendangan rendahnya membentur tiang gawang dan mengenai Calafiori yang malang sebelum bersarang di dalam gawang.

Baca juga: Rice Sebut Arsenal Miliki Hasrat Ekstra Akhiri Puasa Gelar Enam Tahun

Gemuruh yang mengikuti gol tersebut adalah ekspresi kelegaan murni bagi skuad Wolves yang sedang berjuang keluar dari zona degradasi. Bagi Arsenal, keheningan saat peluit akhir dibunyikan terasa sangat memekakkan telinga.

Meski mereka tetap unggul lima poin, Manchester City mengantongi satu tabungan pertandingan dan akan menjamu Newcastle United Sabtu ini. 

Jika pasukan Pep Guardiola menang, selisihnya akan menyusut menjadi hanya dua poin tepat sebelum laga monumental North London Derby akhir pekan depan.

Bagi Wolves, satu poin ini mungkin menjadi percikan yang mereka butuhkan untuk lolos dari jeratan degradasi. Bagi Arsenal, ini adalah pengingat keras bahwa di Premier League, tidak ada malam yang mudah, terutama saat garis finis sudah di depan mata.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!