Langkah Inter Milan di fase gugur Liga Champions harus diawali dengan catatan kelam setelah raksasa Italia itu tumbang 1-3 dari tim Norwegia, Bodo/Glimt, Kamis dini hari WIB. Pelatih Nerazzurri, Cristian Chivu, mengakui bahwa rumput sintetis di Aspmyra Stadium memberikan tantangan ekstra bagi anak asuhnya, meski ia dengan tegas menolak menjadikannya sebagai tameng kegagalan.

Hasil ini menjadi pukulan telak bagi pemuncak klasemen Serie A tersebut, yang kini harus bekerja ekstra keras di leg kedua untuk membalikkan keadaan.

Masalah Lapangan

Bermain di bawah cuaca dingin Norwegia dengan permukaan lapangan yang tidak biasa, Inter terlihat kesulitan mengembangkan permainan bola pendek mereka yang biasanya cair. 

Baca juga: Lautaro Cetak Sejarah, Idzes Tak Berdaya Saat Inter Menang Telak 5-0 atas Sassuolo

Bodo/Glimt memanfaatkan keuntungan sebagai tuan rumah dengan permainan transisi yang sangat cepat, menghukum lini belakang Inter yang dipimpin Francesco Acerbi.

Chivu dengan cepat mengakui poin yang tak terhindarkan tentang kondisi lapangan, mengatakan bahwa timnya "berusaha, meskipun kondisi lapangan buruk" tetapi juga mengakui bahwa "itu bukan alasan, tetapi saya tidak bisa terlalu keras pada para pemain," katanya.

“[Bodo/Glimt] lebih terbiasa dengan lapangan ini, itu bukan alasan. Pertandingan masih terbuka lebar, masih ada leg kedua. Kami tahu mereka adalah tim yang bisa menyulitkan kami saat serangan balik, sekarang kami akan mencoba melaju ke babak selanjutnya di San Siro,” tambahnya.

Efektivitas Sang Tuan Rumah

Inter sebenarnya sempat memberikan harapan ketika penyerang muda Francesco Pio Esposito menyamakan kedudukan menjadi 1-1 di menit ke-30, membalas gol pembuka dari Sondre Brunstad Fet. Namun, babak kedua menjadi panggung bagi efektivitas Bodo/Glimt.

Jens Petter Hauge membawa tuan rumah kembali unggul di menit ke-61 melalui sepakan keras yang tak mampu dihalau Yann Sommer. 

Hanya tiga menit berselang, mimpi buruk Inter bertambah setelah Kasper Hogh memanfaatkan kelengahan barisan pertahanan untuk mengubah skor menjadi 3-1.

Cedera Lautaro

Kekalahan ini terasa semakin menyakitkan bagi Inter karena mereka harus kehilangan kapten sekaligus mesin gol utama mereka, Lautaro Martinez. Pemain berjuluk El Toro itu ditarik keluar tepat setelah gol kedua tuan rumah karena masalah pada otot betisnya.

Baca juga: Chivu Tegaskan Inter Milan Bisa Berkembang Tanpa Belanja Pemain Baru

Chivu memberikan kabar yang kurang menggembirakan terkait kondisi sang penyerang. 

“Lautaro cedera, cukup serius. Saya pikir dia cedera dan akan absen untuk sementara waktu," jelas Chivu.

Peluang di Leg Kedua

Meskipun tertinggal agregat dua gol, Chivu tetap memelihara optimisme menjelang pertemuan kedua di San Siro pada 25 Februari mendatang. Ia percaya atmosfer kandang dan lapangan rumput alami akan membantu Inter membalikkan keadaan.

“Ada dua pertandingan yang harus dimainkan, Anda harus bermain dengan dewasa dan memahami kondisi ini. Dan Anda harus ingat bahwa pertandingan akan dimainkan dalam dua leg. Anda harus melakukan segala upaya untuk memastikan lolos kualifikasi,” tutup Chivu.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!