Kapten Juventus Manuel Locatelli mengungkapkan dirinya seperti ingin menangis usai Juventus tersingkir secara dramatis di babak playoff fase gugur Champions League melawan Galatasaray pada Kamis (26/2) dini hari WIB.

Meski Juventus berhasil memenangi leg kedua dengan skor 3-2, kemenangan itu menjadi tidak berarti karena mereka tersingkir dengan agregat 5-7 setelah melalui babak perpanjangan waktu yang brutal.

Nyaris Teteskan Air Mata

Juventus masuk ke lapangan dengan beban berat setelah kekalahan 2-5 di leg pertama. 

Harapan sempat membuncah ketika Locatelli mencetak gol pembuka lewat titik penalti, yang kemudian disusul gol-gol dari Federico Gatti dan Weston McKennie untuk menyamakan agregat menjadi 5-5. 

Baca juga: Nyaris Comeback Lawan Galatasaray, Juventus Gagal Lolos ke Babak 16 Besar

Namun, meski bermain dengan 10 orang sejak menit ke-48 akibat kartu merah Lloyd Kelly, Juventus dipaksa menyerah oleh gol-gol Victor Osimhen dan Baris Yilmaz di masa tambahan waktu.

“Jujur saja, saya ingin menangis, kami benar-benar percaya,” kata Locatelli kepada Amazon Prime Video Italia.

“Kami mencurahkan segenap hati dan jiwa kami ke dalam pertandingan ini, bahkan lebih dari itu. Sebuah insiden membuat semuanya lebih rumit di leg pertama, tetapi hari ini saya ingin berterima kasih kepada semua orang dari lubuk hati saya.”

“Atmosfer di stadion luar biasa, ini adalah malam-malam yang akan selalu dikenang. Kami menyerap energi dari mereka yang kami butuhkan.”

Puji Perjuangan Skuad

Meski tersingkir, Locatelli menolak untuk membiarkan rekan-rekan setimnya menundukkan kepala terlalu lama. Baginya, performa heroik malam ini adalah standar baru yang harus dipenuhi oleh Juventus di setiap pertandingan.

Baca juga: Spalletti Tuntut Juventus Lebih Solid Demi Comeback Lawan Galatasaray

“Kami memberikan segenap hati dan jiwa kami. Saya selalu meminta para pemain untuk melakukan itu, dan malam ini kami benar-benar melakukannya, jadi inilah yang harus kami bawa ke depan,” tambah Locatelli.

“Inilah Juventus yang ingin kami lihat, dan yang harus selalu kami tunjukkan. Kita harus selalu berusaha bermain di level ini. Kita berada di jalur yang benar dan tidak boleh kehilangan kepercayaan itu.”

Penampilan Locatelli dalam laga ini memang layak dipuji. Sebagai dirigen lini tengah, ia mencatatkan statistik yang mengesankan. Selain satu gol, ia juga melakukan tujuh tekel, dua intersep, dan 13 ball recovery.

Sayangnya, kerja keras tersebut tidak cukup untuk membendung kualitas Victor Osimhen yang menjadi pembeda di babak perpanjangan waktu.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!