Palladino Tak Kapok Usai Atalanta Dibantai 1-6 leh Bayern
Pelatih Atalanta, Raffaele Palladino, mengakui adanya perbedaan kualitas pemain yang mencolok setelah timnya dihancurkan 6-1 oleh Bayern Munich di kandang sendiri, Rabu dini hari. Meski menelan kekalahan memalukan, sang allenatore menegaskan tidak akan mengubah filosofi permainannya yang berani.
Kekalahan di New Balance Arena ini menjadi tamparan keras bagi publik Italia, mengingat Atalanta adalah satu-satunya wakil Serie A yang tersisa di babak 16 besar Liga Champions musim 2025-26.
Perbedaan Kualitas yang Tak Terbantahkan
Berbicara kepada Sky Sport Italia pasca-pertandingan, Palladino secara sportif memberikan selamat kepada raksasa Bavaria tersebut. Bayern tampil sangat dominan sejak menit awal melalui gol Josip Stanisic, diikuti brace menawan dari Michael Olise, serta sumbangan gol dari Serge Gnabry, Nicolas Jackson, dan Jamal Musiala.
"Pertama-tama, mari kita ucapkan selamat kepada Bayern. Mereka tim yang sangat kuat, terkadang mereka benar-benar tidak bisa dihentikan," ujar Palladino.
Baca juga: Bayern Munich Hancurkan Atalanta 6-1
“Saya belum pernah melihat pemain dengan kualitas seperti ini. Mereka benar-benar membuat saya terkesan. Mereka selalu memberikan umpan kepada pemain lawan dengan kaki dominan mereka dan dengan kecepatan yang tepat. Anda bisa mencoba bermain bertahan, tetapi mereka tetap akan menyulitkan Anda.”
Atalanta sendiri tampil tanpa empat pemain pilar, termasuk Ederson dan Charles De Ketelaere yang dibekap cedera, serta Giorgio Scalvini yang terkena suspensi. Namun, Palladino enggan menjadikan hal tersebut sebagai alasan utama.
Setia pada Identitas Permainan
Kritik tajam datang dari pakar taktik kawakan Fabio Capello, yang menyebut Atalanta beruntung hanya kebobolan enam gol melawan tim sekelas Bayern. Namun, Palladino dengan tegas membela keputusannya.
“Ini adalah pengalaman yang akan membuat kami berkembang. Saya akan melakukannya dengan cara yang sama jika kami bermain lagi. Jika kami sampai di sini, ke semifinal Coppa Italia dan berjuang di liga, itu karena mentalitas dan karena itu saya akan bermain seperti ini lagi,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa sistem tersebut adalah kunci sukses Atalanta saat menyingkirkan Chelsea dan Borussia Dortmund sebelumnya.
“Kami telah sampai sejauh ini karena kami memiliki mentalitas ini setelah mengalahkan Chelsea dan Borussia Dortmund. Selain sistem, perbedaannya terletak pada para pemain,” ucapnya.
Baca juga: Tak Sabar Atalanta Jamu Bayern Munich, Palladino: Ini Malam yang Magis
Fokus ke Inter Milan
Meski peluang lolos ke perempat final kini nyaris mustahil, Palladino meminta timnya untuk segera mengalihkan fokus ke kompetisi domestik. La Dea dijadwalkan bertamu ke San Siro untuk menghadapi pemimpin klasemen, Inter Milan, pada hari Sabtu.
“Tim selalu bereaksi dengan baik terhadap kekalahan dan kami akan bereaksi secepatnya pada hari Sabtu,” ujarnya.
“Kami kembali menghadapi tim yang kuat, Inter, tetapi saya telah memberi tahu tim bahwa mereka harus menerima hasil tersebut dan memulihkan energi mereka.”