Stadion Allianz menjadi panggung drama sepak bola yang paling menyesakkan dada pada Kamis dini hari WIB. Dalam salah satu laga paling emosional di Liga Champions musim 2025-26, Juventus berhasil memetik kemenangan 3-2 atas Galatasaray. Namun, kemenangan tersebut tak lebih dari sekadar pelipur lara yang getir, karena Bianconeri resmi tersingkir dari kompetisi dengan agregat 5-7.

Pasukan Luciano Spalletti hampir saja menciptakan keajaiban setelah tertinggal defisit tiga gol dari leg pertama. Sayangnya, napas mereka terhenti di babak perpanjangan waktu.

Asa Mulai Membara

Juventus turun ke lapangan dengan satu misi, yaitu mencetak gol secepat mungkin. Tekanan tinggi yang diterapkan sejak menit awal membuat Galatasaray tampak gugup. Gol pembuka yang dinanti-nantikan publik tuan rumah akhirnya lahir di menit ke-37.

Baca juga: Spalletti Tuntut Juventus Lebih Solid Demi Comeback Lawan Galatasaray

Wasit Joao Pinheiro menunjuk titik putih setelah Lucas Torreira melanggar Khephren Thuram di area terlarang. 

Manuel Locatelli yang maju sebagai algojo tampil dingin, menyarangkan bola ke pojok gawang Ugurcan Cakir. Stadion bergemuruh, defisit agregat kini hanya tersisa dua gol.

Kartu Merah dan Semangat Pantang Menyerah

Drama mencapai puncaknya di awal babak kedua. Pada menit ke-48, bek Lloyd Kelly menerima kartu merah langsung setelah VAR mengonfirmasi pelanggaran kerasnya terhadap Baris Alper Yilmaz. 

Bermain dengan 10 orang saat butuh dua gol tambahan tampak seperti vonis mati bagi Juventus.

Namun, di sinilah mentalitas berbicara. Meski kalah jumlah pemain, Juventus justru tampil kian beringas. Menit ke-70, Federico Gatti menyambar umpan silang Pierre Kalulu untuk mengubah skor menjadi 2-0.

Momentum tersebut mencapai puncaknya di menit ke-82. Weston McKennie menanduk masuk umpan manis Teun Koopmeiners, mengubah skor menjadi 3-0 dan menyamakan agregat menjadi 5-5. Stadion Allianz meledak dalam kegembiraan kolektif yang luar biasa.

Baca juga: Spalletti Kecewa, Akui Juventus Mundur Tiga Langkah usai Dibekuk Galatasaray

Osimhen Cetak Gol Penentu

Laga terpaksa berlanjut ke babak tambahan waktu. Di fase ini, kelelahan mulai merayapi kaki-kaki pemain Juventus yang bermain dengan 10 orang selama lebih dari satu jam.

Pukulan telak datang di penghujung babak pertama perpanjangan waktu (105+1'). Victor Osimhen, striker yang sudah sangat mengenal atmosfer Italia, berhasil meloloskan diri dari penjagaan dan melepaskan tembakan datar yang melewati kolong kaki Mattia Perin. Gol ini meruntuhkan moral tuan rumah.

Juventus mencoba melakukan serangan terakhir dengan sisa tenaga yang ada, namun justru Galatasaray yang berhasil mengunci kemenangan agregat. Di menit ke-119, Baris Alper Yilmaz menuntaskan sebuah serangan balik untuk mengubah skor menjadi 3-2.

Juventus tersingkir dengan kepala tegak, namun tersingkir tetaplah tersingkir. Bagi Galatasaray, mereka melaju ke babak 16 besar dengan modal mentalitas baja dan akan bertemu Liverpool atau Tottenham Hotspur di babak selanjutnya. Sementara bagi Spalletti, ia kini harus memfokuskan seluruh energinya untuk mengamankan posisi tertinggi di Serie A.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!