Neto Minta Maaf Usai Dorong Anak Gawang Saat Chelsea Kalah 5-2 dari PSG
Winger Chelsea, Pedro Neto, menyampaikan permohonan maaf yang mendalam setelah terlibat insiden fisik dengan seorang anak gawang di penghujung kekalahan telak 5-2 timnya dari Paris Saint-Germain pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Kamis dini hari WIB.
Insiden yang terjadi di Stadion Parc des Princes tersebut menjadi titik nadir dari malam yang kacau bagi The Blues, yang kolaps di fase akhir pertandingan akibat rentetan kesalahan sendiri.
Frustrasi yang Meluap
Kejadian bermula pada masa injury time saat Chelsea sudah tertinggal 4-2 dan tengah berupaya mengejar defisit gol. Merasa anak gawang tersebut sengaja menahan bola untuk membuang waktu, Neto yang tampak emosional mendorong sang remaja hingga terjatuh ke arah papan iklan.
Aksi tersebut memicu kericuhan di pinggir lapangan; para pemain PSG, dipimpin oleh Marquinhos, langsung menghampiri Neto untuk memprotes tindakannya. Meski sempat ditinjau melalui VAR untuk potensi kartu merah, pemain asal Portugal itu akhirnya lolos dari hukuman kartu, namun ia tetap dihujani kritik tajam oleh publik tuan rumah.
Baca juga: PSG Lumat Chelsea 5-2, Satu Kaki di Perempat Final
Neto Minta Maaf
Sadar akan kesalahannya, Neto segera menemui korban dan memberikan jersey nomor 7 miliknya sebagai bentuk penyesalan. Berbicara kepada TNT Sports usai laga, ia menegaskan bahwa tindakan tersebut murni karena emosi sesaat.
"Saya ingin mengatakan, atas kejadian di lapangan, saya ingin meminta maaf kepada anak gawang. Saya sudah berbicara dengannya. Karena emosi pertandingan, kami sedang kalah, saya ingin mengambil bola,” kata Neto.
"Dia memegang bola dan saya sedikit mendorongnya. Saya bukan tipe orang seperti itu, saat emosi sedang meluap. Saya pergi ke sana untuk meminta maaf. Saya memberinya baju saya karena hal itu tidak boleh terjadi, jadi saya benar-benar menyesalinya, dan saya ingin mengatakan sekali lagi bahwa saya benar-benar menyesalinya."
Neto menambahkan bahwa ia dibantu oleh rekan senegaranya yang membela PSG, Vitinha, untuk menjembatani komunikasi dengan sang anak gawang karena kendala bahasa.
"Saya ingin meminta maaf karena saat emosi sedang meluap, dalam sepak bola, Anda tahu bagaimana rasanya. Anda memiliki banyak emosi. Saya ingin mendapatkan bola dengan cepat, jadi saya sedikit mendorongnya. Saya ingin langsung meminta maaf,” tambahnya.
"Pada akhirnya dia datang untuk berbicara dengan saya, dan dia tertawa terbahak-bahak karena dia senang saya memberinya kemeja itu. Saya sudah meminta maaf sekitar 35 kali, saya benar-benar menyesalinya dan kurasa dia juga tahu apa yang terjadi, jadi dia juga senang dengan situasi itu.
"Saya tidak mengerti bahasa Prancis tetapi dia mengatakan sesuatu, sambil tertawa juga, jadi kurasa dia tahu bahwa saya bukan tipe orang seperti itu, hal-hal seperti itu bisa terjadi. Aku mengkhawatirkannya, jadi aku benar-benar menyesal."
Baca juga: Liam Rosenior Sanjung Joao Pedro Usai Hat-trick Spektakuler di Villa Park
Runtuhnya Fokus Chelsea
Manajer Chelsea, Liam Rosenior, membela pemainnya namun mengakui bahwa insiden tersebut mengganggu fokus timnya, yang tak lama kemudian justru kebobolan gol kelima melalui Khvicha Kvaratskhelia.
Kekalahan 5-2 ini dipicu oleh blunder fatal kiper Filip Jörgensen pada menit ke-74, yang operannya berhasil dipotong oleh Bradley Barcola sebelum diselesaikan dengan chip oleh Vitinha. Padahal, Chelsea sempat menunjukkan semangat juang tinggi setelah dua kali menyamakan kedudukan melalui Malo Gusto dan Enzo Fernández.
Dengan selisih tiga gol, Chelsea kini menghadapi jalan terjal saat harus menjamu sang juara bertahan di Stamford Bridge pada Selasa mendatang. Rosenior menegaskan bahwa disiplin dan kontrol emosi akan menjadi evaluasi utama sebelum laga penentuan tersebut.