Pelatih Bayern Munich, Vincent Kompany, memuji kekuatan mental anak asuhnya setelah timnya dipaksa bangkit dari ketertinggalan sebanyak tiga kali sebelum akhirnya mengunci kemenangan di menit-menit akhir melawan Real Madrid pada leg kedua perempat final Liga Champions, Kamis (16/4) dini hari WIB.

Dalam laga yang akan dikenang sebagai duel klasik, Bayern berhasil bangkit dari posisi tertinggal sebanyak tiga kali sebelum akhirnya menang dengan skor 4-3 (agregat 6-4). 

Drama di Allianz Arena

Pertandingan baru berjalan 34 detik ketika Arda Güler menghukum kesalahan Manuel Neuer untuk membawa Madrid unggul. Meski Aleksandar Pavlović menyamakan kedudukan lewat sundulan dari sepak pojok Joshua Kimmich, Madrid kembali memimpin melalui tendangan bebas indah Güler di menit ke-29.

Harry Kane sempat menyamakan skor menjadi 2-2 di menit ke-38 lewat penyelesaian klinis, namun Kylian Mbappé memastikan Madrid unggul 3-2 saat jeda babak pertama setelah menyelesaikan umpan matang Vinícius Jr.

"Para pemain memiliki mental yang kuat hari ini untuk bangkit dari kemunduran," kata Kompany. "Para penggemar juga membantu kami. Kami tetap tenang dan selalu merasa bahwa momen kami akan tiba. Para pemain pantas mendapatkan kemenangan ini.

Baca juga: Drama 7 Gol di Allianz, Bayern Menang Comeback dan Singkirkan Real Madrid

"Yang tersisa bagi saya adalah kekompakan total yang kami tunjukkan. Itulah yang kami ambil dari pertandingan ini. Kami menunjukkan keyakinan dan kemauan yang mutlak untuk berjuang kembali ke dalam permainan.

"Selama pertandingan, tim kami memiliki banyak talenta dan pengalaman untuk menghadapi situasi seperti ini. Setelah 35 detik dalam pertandingan ini untuk kebobolan gol, Anda harus memulai dari awal lagi. Kami tetap fokus pada permainan kami.”

Titik Balik di Menit Akhir

Harapan Madrid untuk mempertahankan keunggulan buyar di menit ke-86 ketika Camavinga menerima kartu kuning kedua. Keunggulan jumlah pemain langsung dimanfaatkan Bayern secara brutal.

Pada menit ke-89, Luis Díaz melepaskan tembakan yang berbelok arah setelah kerja sama apik dengan Jamal Musiala untuk mengubah skor menjadi 3-3.

Lalu Michael Olise mencetak gol kemenangan sensasional lewat tendangan melengkung yang membentur tiang dalam sebelum menggetarkan jala gawang Andriy Lunin pada masa injury time.

Kemenangan ini sekaligus mengonfirmasi transformasi Bayern di bawah asuhan Kompany. Dominasi penguasaan bola yang mencapai 68% akhirnya membuahkan hasil di saat-saat paling kritis.

"Itu adalah pertandingan yang sangat emosional," ujar Kompany. "Kami banyak menguasai bola dan selalu merasa bisa mencetak gol. Tapi Real Madrid tetaplah Real Madrid. Mereka memiliki pemain yang sangat cepat dan selalu menjadi ancaman."

Baca juga: Bayern Cuma Unggul Satu Gol, Kompany Waspadai Remontada Real Madrid

Direktur olahraga Max Eberl menambahkan bahwa energi di stadion malam itu adalah kunci kemenangan. 

“Itu merangkum karakter tim ini dengan cukup baik. Kami bisa bermain sepak bola, tetapi yang terpenting, kami bisa berjuang dan tetap teguh,” ucapnya. 

“Rasanya luar biasa. Tim dan klub ini benar-benar hidup, mereka bersatu. Energi ini tidak hanya datang dari lapangan, tetapi juga dari luar. Anda bisa merasakannya – dan itu membuat kami kuat.”

Bayern kini akan menghadapi juara bertahan Paris Saint-Germain di babak semifinal, sebuah laga ulangan final tahun 2020. Dengan mentalitas yang mereka tunjukkan malam ini, mampukah Kompany membawa trofi Liga Champions kembali ke Munich?

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!