Drama 7 Gol di Allianz, Bayern Menang Comeback dan Singkirkan Real Madrid
Malam yang akan dikenang selamanya dalam sejarah Liga Champions baru saja tersaji di Allianz Arena. Dalam duel klasik yang menguras emosi dan adrenalin, Bayern Munich berhasil menumbangkan "Raja Eropa" Real Madrid dengan skor 4-3, memastikan tiket semifinal melalui keunggulan agregat 6-4.
Pertandingan leg kedua perempat final ini menyuguhkan segalanya: gol-gol spektakuler, kesalahan fatal, hingga kartu merah kontroversial yang mengubah jalannya laga di menit-menit akhir.
Hujan Gol dan Kejutan Güler
Real Madrid memulai laga dengan ledakan. Baru 34 detik berjalan, Arda Güler memanfaatkan kesalahan koordinasi Manuel Neuer di luar kotak penalti untuk menceploskan bola dari jarak jauh. Namun, Bayern merespons cepat di menit ke-6 lewat sundulan Aleksandar Pavlović memanfaatkan sepak pojok Joshua Kimmich.
Baca juga: Bellingham Ungkap Rumitnya Menyatukan Vinicius dan Mbappe Jelang Duel Bayern
Güler kembali menunjukkan sihirnya di menit ke-29 melalui eksekusi tendangan bebas melengkung yang bersarang di pojok atas gawang Neuer. Bayern menolak menyerah; Dayot Upamecano mengirim umpan terobosan matang yang diselesaikan dengan dingin oleh Harry Kane di menit ke-38.
Namun, tepat sebelum turun minum, Kylian Mbappé kembali membungkam publik tuan rumah lewat penyelesaian klinis hasil kerja sama dengan Vinícius Júnior. Skor 3-2 untuk Madrid bertahan hingga jeda.
Titik Balik Kartu Merah Camavinga
Intensitas tidak menurun di babak kedua. Madrid tampak akan mampu memaksa pertandingan ke babak perpanjangan waktu, sebelum bencana datang di menit ke-86.
Eduardo Camavinga menerima kartu kuning kedua dalam delapan menit setelah dianggap melakukan pelanggaran kontroversial karena terlalu lama memegang bola setelah pelanggaran, memaksa tim tamu bermain dengan 10 orang.
Keunggulan jumlah pemain langsung dimanfaatkan skuad asuhan Vincent Kompany. Di menit ke-89, Luis Díaz menyamakan kedudukan menjadi 3-3 setelah tembakannya berbelok arah mengenai Éder Militão.
Saat Bayer unggul agregat satu gol, Michael Olise muncul sebagai pahlawan untuk memastikan kemenangan dengan gol penentu di masa injury time (90+4'), memastikan kemenangan 4-3 bagi Die Roten dan agregat 6-4.
Baca juga: Bayern Cuma Unggul Satu Gol, Kompany Waspadai Remontada Real Madrid
PSG Menanti di Semifinal
Kemenangan ini membuktikan ketangguhan mental Bayern di bawah tekanan. Meski tertinggal dua kali di papan skor, kreativitas dan ketajaman di lini depan menjadi kunci. Di sisi lain, Real Madrid yang tampil luar biasa di babak pertama harus membayar mahal hilangnya kedisiplinan di menit-menit krusial.
Bayern kini bersiap menghadapi juara bertahan dan raksasa Prancis, Paris Saint-Germain, di babak semifinal. Duel ini akan menjadi ulangan final 2020, dengan leg pertama dijadwalkan berlangsung di Parc des Princes pada 29 April mendatang.
"Ini adalah malam yang luar biasa bagi klub," kata Kompany. "Yang tersisa bagi saya adalah kekompakan total yang kami tunjukkan. Itulah yang kami ambil dari pertandingan ini. Kami menunjukkan keyakinan dan kemauan yang mutlak untuk berjuang kembali ke dalam permainan."