"Ini Adalah DNA Kami": Palladino Sebut Keajaiban Atalanta Lawan Dortmund Akan Abadi
Pelatih Atalanta, Raffaele Palladino, dengan mata yang masih berkaca-kaca setelah perayaan emosional, menegaskan bahwa keberhasilan timnya menyingkirkan Borussia Dortmund dengan agregat 4-3 akan tercatat dalam sejarah Liga Champions.
Sempat tertinggal dua gol tanpa balas pada leg pertama di Jerman, Atalanta tampil kesetanan di New Balance Arena untuk meraih kemenangan 4-1 yang dramatis, berkat penalti Lazar Samardzic di menit ke-98.
Malam yang Tak Terlupakan
Bagi Palladino, kemenangan ini bukan sekadar keberuntungan, melainkan manifestasi dari identitas klub yang telah dibangun bertahun-tahun.
Baca juga: Atalanta Comeback dan Singkirkan Dortmund Lewat Drama Penalti Menit Akhir
Dalam konferensi pers pasca-pertandingan, ia tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya terhadap determinasi anak asuhnya.
“Ini adalah pertandingan yang akan tercatat dalam sejarah, bukan hanya di Bergamo untuk semua penggemar Atalanta, tetapi untuk sepak bola Italia secara keseluruhan,” kata Palladino kepada Sky Sport Italia.
“Kami berhasil melakukan comeback yang akan tetap tercatat dalam buku sejarah. Kami sangat bahagia, saya ingin berterima kasih kepada setiap pemain, mereka yang berada di lapangan, di bangku cadangan, di tribun, staf saya, Presiden Antonio Percassi, para direktur, dan semua penggemar.”
Palladino merujuk pada atmosfer hebat yang diciptakan para pendukung Atalanta sebagai faktor kunci yang melumpuhkan mental pemain Dortmund sejak menit pertama.
“Ini mungkin pertandingan terbaik yang pernah saya alami dalam karier kepelatihan saya, dan akan selalu terpatri dalam ingatan saya. Klub ini pantas mendapatkan kepuasan luar biasa ini,” tambahnya.
DNA Atalanta Pantang Padam
Istilah "DNA" menjadi kata kunci dalam pidato kemenangan sang pelatih. Sejak era Gian Piero Gasperini hingga masa transisinya sekarang, Atalanta memang dikenal sebagai tim yang tidak pernah tahu kapan harus berhenti menyerang.
“Kami tahu ini benar-benar sulit malam ini, tetapi bukan tidak mungkin, karena penampilan di leg pertama membuat kami tertinggal di menit-menit awal dan sejak saat itu perjuangan kami sangat berat,” lanjut Palladino.
Baca juga: Atalanta Menang Comeback atas Dortmund, Scamacca: Ini Kemenangan Bersejarah
“Kami mempelajari lawan kami dengan cermat, dan tahu bahwa kami bisa memberikan perlawanan. Pertandingan itu sulit, tetapi setelah kemenangan comeback melawan Napoli pekan lalu, itu memberi kami kepercayaan diri yang lebih besar.
“Saya bisa melihat energi positif itu di mata para pemain saya, dan semangat mereka luar biasa.”
“Krstovic adalah contoh yang bagus, karena dia berjuang untuk merebut bola itu, menunjukkan keberanian yang luar biasa untuk menyambut umpan silang itu dan menyadari bahwa dia bisa memenangkannya. Itulah DNA Atalanta.”
Dengan kemenangan ini, Palladino tidak hanya mengamankan tempat bagi Atalanta di jajaran elit Eropa, tetapi juga mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pelatih muda paling menjanjikan di benua ini. Keajaiban di Bergamo bukan lagi sebuah anomali, melainkan sebuah tradisi.