Howe Tantang Skuad Newcastle Ulangi Keajaiban 1997 Saat Jamu Barcelona
Manajer Newcastle United, Eddie Howe, telah melontarkan tantangan besar kepada para pemainnya untuk mengukir nama mereka dalam sejarah klub saat menjamu Barcelona di leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Rabu dini hari.
Howe mendesak skuatnya untuk menjadikan kemenangan legendaris atas lawan yang sama pada tahun 1997 sebagai inspirasi utama.
Mencari Sosok Asprilla Baru di St James' Park
Laga ini disebut-sebut sebagai pertandingan terbesar dalam sejarah modern The Magpies. Dengan dukungan penuh dari publik Tyneside, Newcastle berharap dapat mengulang memori indah saat Faustino Asprilla mencetak hat-trick yang menenggelamkan tim bertabur bintang Barcelona hampir tiga dekade silam.
"Anda tidak mungkin melewatkan pertandingan itu," kata Howe. "Pertandingan itu disiarkan di televisi terestrial. Itu adalah salah satu pertandingan legendaris.
Baca juga: 10 Pemain Newcastle Tumbangkan Manchester United di St James' Park
"Anda ingin orang-orang di tahun-tahun mendatang membicarakan tim ini. Tino Asprilla mencetak hat-trick, beberapa di antaranya dari umpan Keith Gillespie di sisi kanan.
"Saya ingin para pemain kami dibicarakan dengan cara yang sama dalam 20, 30, 40 tahun mendatang."
Memori kemenangan 3-2 pada September 1997 masih segar di ingatan publik Newcastle. Kala itu, skuat asuhan Kenny Dalglish berhasil menjinakkan tim asuhan Louis van Gaal yang diperkuat Luis Figo dan Rivaldo.
Howe, yang kala itu masih merintis karier sebagai pemain muda, mengakui dampak besar dari pertandingan tersebut bagi budaya sepak bola Inggris.
Kini, di bawah asuhan Hansi Flick, Barcelona datang sebagai pemimpin klasemen La Liga dan favorit kuat. Namun, Howe menekankan bahwa status underdog justru bisa menjadi senjata psikologis bagi timnya.
Momentum Kebangkitan Setelah Tersingkir di FA Cup
Kemenangan menjadi harga mati bagi Newcastle, terutama setelah mereka baru saja tersingkir dari ajang FA Cup usai dikalahkan Manchester City 1-3 akhir pekan lalu. Liga Champions kini menjadi tumpuan harapan terakhir bagi para penggemar untuk melihat tim kesayangan mereka meraih kejayaan musim ini.
“Hanya tersisa 16 tim [di Liga Champions] dan kami adalah salah satunya,” katanya.
Baca juga: Xavi Ungkap Laporta Halangi Kepulangan Messi ke Barcelona
“Ini adalah kesempatan untuk meraih momen yang mungkin tidak akan pernah kita dapatkan lagi. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi besok, apalagi musim-musim mendatang.
“Kami tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu. Kami tidak ingin menyesali diri atau berpikir: ‘Bagaimana jika?’ Selama saya di sini, lebih dari empat tahun, kami telah bekerja keras untuk mencapai titik ini. Kami ingin mencoba dan mendekati performa terbaik kami sebisa mungkin.”
Laga ini diprediksi akan menjadi ujian fisik yang berat. Barcelona dikenal dengan penguasaan bola yang dominan dan rotasi pemain yang cair di lini tengah. Namun, Newcastle telah membuktikan musim ini bahwa mereka mampu bersaing dengan tim-tim elit, termasuk hasil imbang melawan PSG dan kemenangan atas Manchester United di kompetisi domestik baru-baru ini.