Manajer Chelsea, Liam Rosenior, pasang badan membela keputusannya memainkan Filip Jörgensen sebagai starter setelah blunder fatal sang kiper memicu kekalahan telak 5-2 dari Paris Saint-Germain, Kamis dini hari WIB. Dalam laga leg pertama 16 besar Champions League yang dramatis tersebut, Chelsea sempat memberikan perlawanan sengit sebelum akhirnya luluh lantah di 15 menit terakhir.

Keputusan Rosenior untuk mencoret Robert Sánchez dan mempercayakan gawang kepada Jörgensen menjadi sorotan tajam, terutama setelah operan ceroboh kiper asal Denmark itu menjadi titik balik permainan.

Perjudian yang Berujung Bencana

Chelsea sebenarnya tampil impresif selama 70 menit di Parc des Princes. Mereka dua kali bangkit dari ketertinggalan melalui gol Malo Gusto dan kapten tim Enzo Fernández untuk mengubah skor menjadi 2-2. Namun, pada menit ke-74, petaka terjadi.

Jörgensen, yang dipilih karena kemampuannya dalam mendistribusikan bola dari belakang, justru melakukan kesalahan teknis saat operannya dipotong oleh Bradley Barcola. 

Bola liar tersebut kemudian dikonversi menjadi gol ketiga PSG oleh Vitinha lewat tendangan lob yang indah. Sejak saat itu, mental para pemain Chelsea tampak runtuh, membiarkan Khvicha Kvaratskhelia mencetak dua gol tambahan di penghujung laga.

Baca juga: PSG Lumat Chelsea 5-2, Satu Kaki di Perempat Final

Pembelaan Rosenior

Menanggapi kritik atas keputusannya, Liam Rosenior menolak untuk menyalahkan Jörgensen secara individu. 

“Pemain memang membuat kesalahan,” kata Rosenior. “Filip bukan yang pertama dan itu bagian dari sepak bola. Patut dipuji, dia mengakui kesalahannya di ruang ganti.

“Saya juga membuat kesalahan. Semua orang membuat kesalahan. Terkadang kesalahan itu lebih mahal. Ini salah satu momennya. Yang harus kita lakukan untuk Rob, Filip, dan semua pemain adalah saling menjaga. Ini ujian besar bagi karakter kita.”

Manajer Chelsea itu kemudian mengambil tanggung jawab atas keruntuhan di menit-menit akhir, dengan tiga gol terakhir tercipta dalam 20 menit.

"15-20 menit terakhir sangat gila, tapi itu kesalahan saya," tambah Rosenior.

"Kita perlu bermain lebih baik ketika terjadi kemunduran, tetap tenang dan terkendali, dan itu tidak terjadi."Ini menyakitkan karena kami masih berpeluang menang selama 75 menit. Kami telah merusak peluang kami sendiri, membuat pertandingan menjadi sangat sulit sekarang, dan gol kelima adalah yang paling menyakitkan."

Ketegangan di Lapangan

Frustrasi para pemain Chelsea terlihat jelas saat laga memasuki menit-menit akhir. Enzo Fernández tertangkap kamera meluapkan kemarahannya kepada Jörgensen setelah sapuan bola yang buruk hampir berbuah gol lainnya. 

Selain itu, Pedro Neto beruntung tidak menerima kartu merah setelah tertangkap mendorong seorang ball boy karena dianggap terlalu lambat memberikan bola.

“Saya ingin meminta maaf kepada anak gawang itu,” ujar Neto. “Saya sudah berbicara dengannya. Karena emosi saat pertandingan, kami kalah, saya ingin mengambil bola, dia sedang mengambil bola, saya sedikit mendorongnya.

“Saya bukan orang seperti itu. Itu terjadi karena emosi sesaat. Saya juga memberinya baju saya. Saya benar-benar minta maaf.”

Baca juga: Neto Minta Maaf Usai Dorong Anak Gawang Saat Chelsea Kalah 5-2 dari PSG

Tantangan Berat di Stamford Bridge

Kekalahan dengan selisih tiga gol membuat Chelsea menghadapi misi yang sangat berat pada leg kedua di London pekan depan. 

Bagi PSG, kemenangan ini menjadi pernyataan tegas dalam upaya mereka mempertahankan gelar juara. Dengan Khvicha Kvaratskhelia yang tampil menggila dari bangku cadangan, tim asuhan Luis Enrique kini berada di posisi yang sangat nyaman untuk melaju ke perempat final.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!