Gelandang andalan sekaligus kapten lapangan Inter Milan, Nicolò Barella, menunjukkan kedewasaan usai timnya secara mengejutkan tersingkir dari babak knockout play-off UEFA Champions League 2025/26. Berbicara setelah kekalahan 2–1 dari Bodo/Glimt di San Siro (agregat 5–2), Barella mengakui keunggulan wakil Norwegia tersebut namun menolak untuk membiarkan musim Inter hancur begitu saja.

Bagi sang finalis tahun lalu, eliminasi ini adalah kejutan pahit. Namun bagi Barella, tidak ada ruang untuk mencari alasan di balik kegagalan menembus babak 16 besar.

Akui Kekalahan

Meski Inter mendominasi penguasaan bola dan menciptakan segudang peluang di San Siro, ketidakmampuan mereka untuk klinis di depan gawang justru dihukum oleh efisiensi Bodo/Glimt. 

Gol dari Jens Petter Hauge dan Hakon Evjen memastikan kemenangan tim tamu sebelum Alessandro Bastoni mencetak gol hiburan bagi Nerazzurri.

Baca juga: Singkirkan Inter Milan di San Siro, Bodo/Glimt Tembus 16 Besar UCL

“Kami kebobolan gol karena kesalahan individu, itu terjadi dalam sepak bola, tetapi hal tersulit adalah memecah kebuntuan dan kami tidak berhasil melakukannya. Bodo pantas mendapatkan ucapan selamat, mereka mengalahkan kami di kandang dan tandang, jadi jelas mereka pantas lolos,” kata Barella kepada Sky Sport Italia.

Barella juga menyinggung nasib sial di fase liga, termasuk penalti menit akhir yang tidak diberikan saat melawan Liverpool Desember lalu, yang memaksa Inter harus melalui babak play-off tambahan ini. "Tanpa kejadian itu, mungkin kita tidak perlu melakukan perjalanan ke Norwegia, tapi inilah format baru Liga Champions."

Scudetto Target Utama

Meski kekecewaan menyelimuti Milan, Barella segera mengalihkan fokus ke kompetisi domestik. 

Inter saat ini memimpin klasemen Serie A dengan keunggulan 10 poin dari para pesaingnya. Baginya, tersingkir dari Eropa justru memperjelas prioritas utama klub musim ini.

Baca juga: Chivu Pede Inter Comeback, Minta Skuad Tampil Tenang Lawan Bodo/Glimt

“Tujuan kami adalah untuk meraih kemenangan di setiap kompetisi, yang kurang lebih telah kami lakukan secara konsisten selama bertahun-tahun,” tambah Barella.

“Terakhir kali kami bertandang ke markas Atletico Madrid dan memenangkan Scudetto, kali ini kami bertandang ke markas Bodo dan unggul 10 poin. Tentu saja, targetnya adalah Scudetto, tetapi itu sudah menjadi tujuan kami sejak awal musim.”

Barella menyerukan agar skuad asuhan Cristian Chivu tidak terpuruk dalam kesedihan. Dengan semifinal Coppa Italia melawan Como yang juga sudah di depan mata, Inter memiliki kesempatan emas untuk mengawinkan gelar domestik musim ini.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!