Kiper muda Tottenham Hotspur, Antonin Kinsky, akhirnya memecah keheningan setelah mengalami malam yang disebutnya sebagai "mimpi buruk" dalam debutnya di Liga Champions melawan Atletico Madrid, Rabu lalu. Melalui unggahan emosional di media sosial, pemain berusia 22 tahun itu menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas gelombang dukungan yang ia terima dari para penggemar.

Kinsky menjadi pusat perhatian dunia sepak bola setelah ditarik keluar oleh pelatih interim Igor Tudor hanya 17 menit pasca-kick-off, menyusul dua kesalahan fatal yang membuat Spurs tertinggal cepat dalam kekalahan telak 5-2 di Metropolitano.

Bangkit dari Titik Terendah

Setelah sempat terlihat meninggalkan lapangan dengan air mata tertahan di Madrid, Kinsky menggunakan akun Instagram pribadinya untuk berbicara kepada publik. 

Baca juga: Atletico Madrid Hancurkan Tottenham Hotspur 5-2

Unggahan tersebut menampilkan tayangan dirinya yang sedang menunduk, disertai pernyataan yang jujur dan menyentuh hati.

“Terima kasih atas pesan-pesannya. Dari mimpi ke mimpi buruk lalu kembali bermimpi. Sampai jumpa,” tulis Kinsky.

Pembelaan Tudor

Manajer interim Tottenham Hotspur, Igor Tudor, memberikan pembelaan keras atas keputusannya untuk menggantikan sang kiper usai debutnya di Liga Champions yang berjalan sepanjang 17 menit.

“Penting untuk melindungi pemain itu dan melindungi tim,” kata pelatih asal Kroasia tersebut.

"Sebelum pertandingan, itu adalah pilihan yang tepat untuk dilakukan saat ini - tekanan pada Vicario, persaingan lain, dan Toni adalah kiper yang sangat bagus."Jadi, bagi saya, itu adalah keputusan yang tepat. Setelahnya, mudah untuk mengatakan itu bukan keputusan yang tepat."Saya menjelaskan kepada Toni, setelah pertandingan, bahwa dia adalah orang yang tepat dan kiper yang bagus. Sayangnya, kesalahan ini terjadi dalam pertandingan besar ini."

Baca juga: Tudor Dikritik Tajam Usai, Dituduh Permalukan Kinsky usai Spurs Dibantai Atletico

Meski Vicario masuk untuk menstabilkan pertahanan, gawang Spurs kembali bobol lima menit kemudian lewat tandukan Robin Le Normand. 

Skor akhir 5-2 tidak hanya membuat peluang Tottenham lolos ke perempat final menipis, tetapi juga mencatatkan rekor buruk klub dengan enam kekalahan beruntun di semua kompetisi, rentetan hasil terburuk dalam sejarah mereka.

Banyak pihak kini mempertanyakan masa depan Tudor sebagai manajer interim, mengingat strateginya yang sering berubah-ubah belum membuahkan hasil positif. Namun, bagi Tudor, fokus utamanya saat ini adalah memulihkan mentalitas skuatnya, termasuk Kinsky, sebelum laga krusial di Premier League akhir pekan ini.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!