Mourinho Blak-Blakan Soal Real Madrid, Mbappé, dan Sindir Kontradiksi Barcelona
Manajer anyar Real Madrid, José Mourinho, menegaskan bahwa cinta mendalam kepada klub menjadi alasan utama di balik keputusannya kembali ke Santiago Bernabéu.
Dalam wawancara eksklusif terbarunya bersama Vanity Fair, pelatih asal Portugal tersebut juga melayangkan pujian setinggi langit untuk Kylian Mbappé, serta langsung memanaskan rivalitas klasik dengan menyebut persepsi publik terhadap gaya bermain Barcelona sebagai sebuah "kontradiksi besar."
Cinta Terhadap Los Blancos
Mourinho resmi dikontrak selama tiga tahun untuk menggantikan posisi Álvaro Arbeloa dan dijadwalkan memulai memimpin sesi pramusim Los Blancos pada 13 Juli mendatang. Langkah mengejutkan ini diambil manajemen klub demi mengakhiri paceklik gelar domestik Real Madrid dalam dua musim terakhir, sekaligus menandai kembalinya sang pelatih ke ibu kota Spanyol setelah berpisah selama 13 tahun.
"Pada akhirnya, saya tidak bisa memungkiri bahwa saya mencintai Real Madrid, dan itulah alasan utama mengapa saya kembali," ujar Mourinho tanpa ragu.
Baca juga: Real Madrid Resmi Amankan Ibrahima Konaté dengan Status Bebas Transfer
"Sejarah Real Madrid tidak bisa dibandingkan dengan klub mana pun. Jersey putih itu memiliki sesuatu yang magis."
Siap Bimbing Mbappé
Tugas berat pertama yang menanti Mourinho adalah menyatukan ruang ganti bertabur bintang yang sempat diterpa isu miring terkait keharmonisan tim. Fokus utama media tentu tertuju pada Kylian Mbappé.
Meski sang penyerang Prancis telah membukukan 86 gol dari 103 laga sejak bergabung pada 2024, ia kerap dikritik karena dianggap kurang berkontribusi dalam skema bertahan dan dituding menjadi beban taktis tim.
Baca juga: Real Madrid Resmi Rekrut Bernardo Silva Secara Gratis dari Man City
Alih-alih ikut menghakimi, Mourinho memilih pasang badan untuk melindungi sekaligus menantang megabintang barunya tersebut.
“Saya harus melihat dengan mata kepala sendiri. Saya perlu memahami hal-hal yang saat ini belum saya ketahui. Yang saya ketahui saat ini adalah apa yang saya baca di media, apa yang saya tonton di TV. Saya perlu mengenal para pemain. Ini bukan waktunya untuk berbicara. Ini waktunya untuk sangat tenang, menganalisis, berkomunikasi, mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan, dan membuka dialog yang sangat lancar dan jujur,” jelas Mourinho.
“Karena pada akhirnya, yang ingin saya lakukan adalah membantu para pemain menjadi lebih baik, membantu tim menjadi lebih baik, membantu klub menjadi lebih baik. Saya di sini untuk membantu semua orang—bukan untuk mengkritik, bukan untuk berbicara, tetapi untuk mendengarkan. Satu-satunya hal yang dapat saya katakan tentang Kylian Mbappé adalah bahwa dia adalah pemain yang fenomenal, dan saya akan mencoba membantunya menjadi lebih baik lagi.
Sentilan Terhadap "Kontradiksi" Barcelona
Bukan Mourinho namanya jika kembali tanpa melontarkan perang urat syaraf yang terukur. Menanggapi perdebatan abadi mengenai label "sepak bola negatif" yang sering dialamatkan kepadanya, pria berusia 63 tahun ini langsung menyerang narasi romantis seputar rival abadi mereka, Barcelona.
Mourinho menggunakan catatan statistik historis dari periode pertamanya di Spanyol untuk membongkar apa yang ia sebut sebagai mitos sepak bola modern.
“Itu luar biasa karena Barcelona dipandang sebagai tim yang memainkan sepak bola yang luar biasa. Barcelona dipandang sebagai tim yang mencetak banyak gol. Tapi ini adalah kontradiksi besar,” ucap Mourinho.
Baca juga: Real Madrid Resmi Datangkan Marc Cucurella dari Chelsea Senilai €60 Juta
“Tim yang mencetak gol terbanyak dalam sejarah sepak bola Spanyol adalah Real Madrid saya pada musim 2011-12, dengan 121 gol dan 100 poin dalam satu musim. Seberapa defensif tim itu?”
Meski demikian, Mourinho menegaskan tidak menaruh kebencian personal pada klub Catalan tersebut, melainkan melihat mereka sebagai tolok ukur rivalitas tertinggi.
“Tapi saya sama sekali tidak punya perasaan buruk terhadap Barcelona. Saya hanya menikmati bermain melawan mereka karena dalam sepak bola, Anda menikmati bermain melawan yang terbaik. Yang terbaik mendorong Anda untuk menjadi lebih baik dari diri Anda sendiri,” tambahnya.
Era Baru yang Lebih Tenang
Walau ambisinya tetap meledak-ledak, eks manajer Chelsea dan Inter Milan ini berjanji akan menampilkan pendekatan yang lebih tenang dan analitis dibandingkan sosoknya yang meledak-ledak di masa lalu. Bagi Mourinho, otoritas di dalam skuad akan dibangun lewat kompetensi taktis, bukan drama ruang pers.
Publik sepak bola kini bersiap menyaksikan babak kedua dari saga The Special One di Bernabéu. Dengan konferensi pers resmi yang dijadwalkan pertengahan Juli, misi Mourinho untuk mengembalikan kejayaan absolut Real Madrid di tanah Spanyol telah resmi dimulai.