Stadion legendaris Estadio Azteca menjadi saksi bisu keberhasilan bersejarah Meksiko menyapu bersih fase grup Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Republik Ceko dengan skor telak 3-0. 

Kemenangan ini memastikan armada Javier Aguirre melaju ke babak 32 besar dengan poin sempurna di puncak Grup A, sekaligus menyingkirkan wakil Eropa tersebut.

Rotasi dan Mora Jadi Starter

Masuk ke lapangan dengan tiket babak gugur yang sudah di tangan, Aguirre melakukan rotasi besar-besaran pada skuadnya. Salah satu yang mencuri perhatian adalah keputusan memasang wonderkid berusia 17 tahun, Gilberto Mora, sebagai starter. Langkah ini menjadikannya pemain termuda yang menjadi starter di laga Piala Dunia untuk Meksiko. Mora tampil tanpa rasa takut, mendikte lini tengah dengan visi bermain yang memukau publik tuan rumah.

Baca juga: Manfaatkan Blunder Kiper, Meksiko Tekuk Korea Selatan 1-0 dan Segel Tiket 32 Besar

Meskipun mendominasi penguasaan bola, koordinasi lini serang Meksiko yang baru dirombak sempat buntu di babak pertama. Ceko, yang wajib meraih poin demi menjaga asa lolos, tampil disiplin dalam bertahan dan sempat mengancam lewat sepakan mendatar Denis Visinsky yang melebar tipis dari gawang Raúl Rangel.

Ledakan di Babak Kedua

Babak kedua sepenuhnya menjadi panggung pameran kualitas sang tuan rumah. Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-55 berkat aksi bek sayap berusia 22 tahun, Mateo Chávez. 

Melakoni laga perdana sebagai starter di Piala Dunia, Chávez menusuk dari sisi kiri pertahanan Ceko dan melepaskan penyelesaian dingin yang membuat 80.824 pasang mata di stadion bergemuruh hebat.

Baca juga: Aguirre Akui Meksiko Gugup, Tuntut Perbaikan Usai Kalahkan Afrika Selatan

Belum sempat tim tamu menata kembali organisasi pertahanan mereka, Meksiko memberikan pukulan kedua hanya enam menit berselang. Mora menjadi arsitek serangan dengan melepaskan umpan terobosan akurat kepada Jorge Sánchez, yang kemudian mengirimkan umpan silang mendatar ke dalam kotak penalti. Julián Quiñones yang berdiri bebas dengan mudah menceploskan bola untuk menggandakan keunggulan sekaligus mencetak gol keduanya di turnamen ini.

Penghormatan untuk Sang Legenda dan Gol Penutup

Dengan keunggulan nyaman 2-0, Aguirre memicu emosi haru di seisi stadion pada menit ke-77 dengan memasukkan kiper legendaris Guillermo "Memo" Ochoa. Ia menjadi pemain tertua yang tampil untuk Meksiko dalam pertandingan Piala Dunia pada usia 40 tahun 346 hari, melampaui rekor Rafa Marquez saat melawan Brasil pada tahun 2018 (39 tahun 139 hari).

Malam kelam Republik Ceko kian lengkap setelah kapten mereka, Tomáš Souček, mengalami cedera lutut serius saat mencoba mengejar bola mati di area pertahanan Meksiko, memaksa sang gelandang ditandu keluar lapangan pada menit ke-87.

Baca juga: Meksiko Bungkam Afrika Selatan 2-0 di Laga Pembuka Piala Dunia 2026

Tepat di penghujung masa injury time, sebuah skema serangan balik kilat yang diinisiasi oleh umpan panjang khas Ochoa berhasil membuahkan hasil. Sundulan Roberto Alvarado mendarat di kaki Santiago Giménez, dan meski sepakan pertamanya diblok, bola liar langsung disambar oleh pemain pengganti Álvaro Fidalgo dengan tendangan keras ke pojok atas gawang.

Peluit panjang mengonfirmasi tonggak sejarah baru, untuk pertama kalinya dalam sejarah partisipasi mereka di Piala Dunia, Meksiko berhasil menyelesaikan fase grup dengan rekor sempurna tiga kemenangan beruntun. Di saat Ceko harus pulang dengan raihan satu poin, El Tri melangkah ke babak 32 besar hari Selasa depan di Azteca dengan gelombang motivasi yang tak terbendung.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!