Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, menegaskan bahwa hasil imbang 1-1 melawan Bologna pada leg pertama babak 16 besar Liga Europa adalah refleksi adil dari jalannya pertandingan. Hasil ini membuat persaingan kedua tim asal Italia tersebut tetap terbuka lebar menjelang laga penentuan di Stadion Olimpico pekan depan.

Berbicara dalam usai pertandingan di Stadio Renato Dall’Ara, Gasperini mengakui bahwa timnya harus bekerja ekstra keras menghadapi intensitas fisik yang ditunjukkan tuan rumah di bawah asuhan Vincenzo Italiano.

Hasil yang Adil

Laga ini menyajikan duel sengit sejak menit awal. Bologna sempat unggul lebih dulu lewat aksi individu Federico Bernardeschi pada awal babak kedua, sebelum kapten Roma, Lorenzo Pellegrini, masuk dari bangku cadangan untuk menyamakan kedudukan di menit ke-70.

Baca juga: Europa League: Pellegrini Penyelamat Roma saat Tahan Imbang Bologna

"Ini adalah pertandingan di mana mereka memberikan banyak tekanan pada aspek fisik, mirip dengan saat kami melawan Genoa," ujar Gasperini. “Hasil ini mungkin adil karena kami juga memiliki banyak peluang berbahaya.”

Gasperini juga memuji atmosfer stadion yang membuat tim mudanya sempat merasa tidak nyaman. “Kami beradaptasi dengan baik, menciptakan situasi berbahaya di babak pertama, meskipun kami sedikit kewalahan di beberapa momen dan stadion juga turut berperan.”

Kritik Terhadap Gaya Main Kayak Rugbi

Dalam analisis taktiknya, Gasperini melontarkan komentar menarik mengenai gaya permainan modern yang ia sebut mulai menyerupai olahraga rugbi karena tingginya intensitas pressing.

“Itu bukan situasi bola mati yang secara khusus kami latih,” jelasnya.

“Bola-bola kedua menjadi penentu, tekanan memaksa Anda untuk bermain bola panjang, dan akhirnya Anda memainkan sepak bola ala rugby. Saya pikir ini sebagian merupakan hal musiman, seiring perubahan suhu dan permainan menjadi lebih terbuka, Anda cenderung melihat sepak bola yang lebih teknis.”

Baca juga: Gol Vitinha Pastikan Genoa Tumbangkan Roma

Optimisme Menuju Olimpico

Meski gagal mencuri kemenangan, Gasperini merasa puas dengan keberanian dan keinginan yang ditunjukkan anak asuhnya, terutama setelah merespons gol pembuka lawan dengan cepat.

“Di stadion kami, pertandingan akan menentukan, dan kedua tim bisa memainkan permainan yang berbeda,” tegasnya.

“Para penonton tuan rumah tidak akan mengizinkan pendekatan seperti ini, kita perlu membangun sesuatu yang lebih baik dari sisi teknis.”

Roma kini akan mengalihkan fokus sejenak ke kompetisi domestik melawan Como akhir pekan ini, sebelum menjamu Bologna di Roma pada 19 Maret untuk memperebutkan tiket perempat final melawan pemenang laga antara Lille atau Aston Villa.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!