Kemenangan Dramatis Celtic di Derby Old Firm Ternoda Kerusuhan Suporter
Apa yang seharusnya menjadi pesta olahraga luar biasa di perempat final Scottish Cup 2025-26 berubah menjadi pemandangan kelam. Celtic memang berhasil memastikan tiket ke babak semifinal setelah menundukkan rival abadi mereka, Rangers, melalui adu penalti yang menegangkan di Ibrox pada Minggu (8/3/2026). Namun, keberhasilan itu tertutup oleh insiden memalukan saat ratusan suporter dari kedua belah pihak menyerbu lapangan sesaat setelah laga usai.
Polisi Skotlandia dan petugas keamanan dipaksa bekerja ekstra keras untuk meredam kekacauan yang disebut sebagai "insiden memuakkan" oleh pihak berwenang.
Drama Tanpa Gol yang Berujung Penalti
Pertandingan berlangsung sengit selama 120 menit tanpa satu gol pun tercipta. Rangers, di bawah asuhan Danny Röhl, sebenarnya tampil jauh lebih dominan dengan mencatatkan 24 tembakan. Namun, kokohnya pertahanan Celtic dan penampilan gemilang kiper Viljami Sinisalo memaksa laga berlanjut ke babak tos-tosan.
Celtic melaju ke semifinal tanpa melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran sepanjang waktu normal dan perpanjangan waktu. Namun, efisiensi mereka di titik putih tak terbendung.
Dalam adu penalti, kapten Rangers James Tavernier gagal menjalankan tugasnya setelah tembakannya membentur mistar gawang.
Baca juga: Kebangkitan Celtic Gagalkan Kemenangan Rangers di Old Firm Derbi
Kegagalan Djeidi Gassama yang melambungkan bola tinggi ke arah tribun semakin memperparah situasi bagi tuan rumah. Penyerang Celtic, Tomas Cvancara, akhirnya menjadi pahlawan dengan mengeksekusi penalti penentu yang memastikan kemenangan 4-2 untuk The Hoops.
Kekacauan Meledak di Lapangan
Segera setelah penalti Cvancara menggetarkan jala gawang, euforia suporter Celtic tak terbendung. Sekitar 7.500 fans tim tamu yang hadir, yang merupakan jumlah alokasi terbesar dalam satu dekade terakhir, bersorak saat puluhan dari mereka merangsek masuk ke lapangan untuk merayakan kemenangan.
Aksi tersebut memicu reaksi keras dari suporter tuan rumah. Ratusan pendukung Rangers membalas dengan menyerbu lapangan dari berbagai sisi, memicu bentrokan fisik dan lemparan berbagai benda, termasuk suar dan botol.
Polisi harus membentuk barikade manusia untuk memisahkan kedua massa yang bertikai di tengah lapangan Ibrox yang kacau balau.
Laporan menyebutkan bahwa salah satu anggota staf kepelatihan Celtic sempat mendapat serangan fisik dari individu yang masuk ke lapangan. Manajer Celtic, Martin O'Neill, dalam wawancara pasca-laga mengungkapkan keprihatinannya.
"Ini pertandingan derbi besar dan saya rasa ada banyak kegembiraan atas kemenangan kami. Para penggemar meluap dan saya kira sangat sulit untuk meredamnya, saya tidak tahu,” kata O'Neill.
"Seperti yang Anda katakan, mungkin itu memang mencoreng jalannya persidangan, tetapi saya pikir ada unsur pembelaan diri di dalamnya. Saya membuat penilaian berdasarkan hal-hal yang hanya saya lihat sebagian. Dari sudut pandang saya, itu adalah kemenangan besar bagi kami. Rangers sangat kuat dan memiliki waktu satu minggu penuh untuk berlatih."
Baca juga: Europa League: Stuttgart Hancurkan Celtic 4-1 di Celtic Park
Investigasi Besar-Besaran Dimulai
Asosiasi Sepak Bola Skotlandia (SFA) langsung merilis pernyataan resmi yang mengecam keras perilaku tersebut dan mengonfirmasi bahwa investigasi menyeluruh akan segera dilakukan.
Selain itu, Chief Superintendent Kate Stephen dari Kepolisian Skotlandia mengonfirmasi adanya sejumlah penangkapan dan laporan mengenai cedera yang dialami oleh petugas polisi serta steward di lapangan.
"Sejumlah penangkapan telah dilakukan, dan Kepolisian Skotlandia sekarang akan bekerja sama dengan kedua klub dan Asosiasi Sepak Bola Skotlandia untuk melakukan penyelidikan menyeluruh menyusul kejadian di lapangan pada akhir pertandingan,” katanya.
"Petugas dan petugas keamanan menghadapi permusuhan dan kekerasan yang ekstrem selama periode yang berkelanjutan, dengan banyak individu mempersenjatai diri dengan barang-barang yang jelas dimaksudkan untuk menyebabkan kerugian.
"Petugas dan anggota masyarakat telah terluka dalam tindakan tercela ini dan saya ingin menyampaikan terima kasih saya kepada semua petugas dan staf yang dikerahkan."
Kemenangan bersejarah Celtic di Ibrox, yang pertama di kompetisi ini di stadion tersebut sejak 1957, kini harus dibayar mahal dengan bayang-bayang sanksi disiplin dan perdebatan panjang mengenai keamanan dalam derby paling panas di dunia tersebut.