Pelatih Atalanta, Raffaele Palladino, tampak jauh lebih santai dibandingkan koleganya, Maurizio Sarri, setelah timnya sukses menahan imbang Lazio 2-2 di leg pertama semifinal Coppa Italia, Kamis (5/3) dini hari WIB. Dalam laga yang diwarnai drama saling balas gol, Palladino memuji kualitas hiburan yang disuguhkan kedua tim, meski ia mengakui bahwa jadwal padat mulai menguras energi skuat La Dea.

Atalanta dua kali tertinggal di Stadio Olimpico melalui gol-gol dari Fisayo Dele-Bashiru dan Boulaye Dia. Namun, mental baja skuat Bergamo terbukti dengan keberhasilan mereka menyamakan kedudukan lewat Mario Pasalic dan gol krusial Yunus Musah di menit-menit akhir.

Pertunjukan Sepak Bola Menghibur

Berbicara kepada media setelah peluit panjang, Palladino tidak bisa menyembunyikan kepuasannya atas intensitas pertandingan yang berlangsung terbuka.

“Saya rasa kami memainkan pertandingan yang sangat bagus melawan lawan yang kuat. Pertandingan seimbang, menghibur untuk ditonton, dan ketika Anda menghadapi tim Sarri, selalu menyenangkan, karena mereka memiliki kualitas dan dapat menimbulkan masalah kapan saja,” kata Palladino kepada Sport Mediaset.

Baca juga: Coppa Italia: Lazio Ditahan Imbang 2-2 Lawan Atalanta

“Kami memiliki peluang di awal, gol yang dianulir dan bola yang membentur mistar gawang, seharusnya kami lebih tajam di sepertiga akhir lapangan. Setelah jeda, kami tertinggal dua kali, tetapi tim bermain bagus untuk kembali ke hasil imbang yang pantas, hasil yang kami yakini hingga akhir.

“Ini baru babak pertama semifinal ini, babak kedua akan berlangsung di kandang kami.”

Hasil imbang ini memberikan keuntungan strategis bagi Atalanta yang akan menjamu Lazio di Bergamo pada leg kedua bulan April mendatang. Dengan aturan tanpa gol tandang, segalanya tetap terbuka, namun bermain di New Balance Arena memberikan kepercayaan diri lebih bagi Palladino.

“Pertandingan ini terbuka, peluangnya 50-50 dan kami ingin mencapai Final. Kami bermain di depan penggemar kami sendiri, tetapi itu masih lama, jadi kami akan mendapatkan kepercayaan diri dari penampilan ini,” lanjut Palladino.

Tantangan Fisik di Tiga Kompetisi

Atalanta saat ini menjadi satu-satunya tim Italia yang masih bertahan di tiga kompetisi berbeda: Serie A (berburu zona Liga Champions), Coppa Italia (semifinal), dan Liga Champions (babak 16 besar melawan Bayern Munchen). 

Baca juga: Sarri Sesalkan Absennya Fans usai Lazio Ditahan Imbang Atalanta

Palladino mengakui bahwa ambisi besar klub membawa konsekuensi fisik yang berat bagi para pemainnya.

“Berpartisipasi dalam tiga kompetisi di bulan Maret adalah sesuatu yang sangat membanggakan, di babak 16 besar Liga Champions, semifinal Coppa Italia, dan Serie A, itu luar biasa, tetapi juga sangat melelahkan,” jelasnya.

Meskipun puas dengan hasil imbang, Palladino mengingatkan anak asuhnya bahwa pekerjaan belum selesai. Ia menyoroti hilangnya fokus yang membuat Boulaye Dia sempat mencetak gol kedua bagi Lazio.

Dengan hasil ini, Atalanta tetap menjaga asa untuk meraih trofi mayor pertama mereka di bawah kepemimpinan Palladino, sembari bersiap menghadapi jadwal neraka yang sudah menanti di depan mata.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!