Walid Regragui Mundur dari Timnas Maroko Tiga Bulan Jelang Piala Dunia 2026
Dunia sepak bola Afrika diguncang kabar mengejutkan setelah Walid Regragui resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pelatih kepala timnas Maroko pada Kamis (5/3) waktu setempat. Keputusan ini diambil hanya tiga bulan sebelum kick-off Piala Dunia 2026 dimulai, mengakhiri spekulasi berminggu-minggu mengenai masa depannya setelah kegagalan pahit di final Piala Afrika (AFCON) Januari lalu.
Dalam konferensi pers yang emosional bersama Presiden Federasi Sepak Bola Maroko (FRMF), Fouzi Lekjaa, Regragui mengungkapkan bahwa keputusannya didasari oleh kebutuhan tim akan energi baru dan visi yang berbeda untuk menghadapi turnamen terbesar di dunia tersebut.
Akhir dari Era Emas
Regragui meninggalkan Atlas Lions dengan warisan yang tak terhapuskan. Ia adalah arsitek di balik dongeng Maroko di Qatar 2022, di mana ia membawa timnya menjadi negara Afrika dan Arab pertama yang mencapai semifinal Piala Dunia.
Baca juga: Layangkan Banding, Maroko Gugat Sanksi CAF Terkait Final AFCON 2025
Di bawah kepemimpinannya, Maroko bertransformasi menjadi kekuatan global, bahkan sempat mencatatkan rekor dunia dengan 19 kemenangan beruntun antara Juni 2024 hingga Desember 2025.
Namun, ekspektasi tinggi menjadi beban berat. Kekalahan 0-1 dari Senegal di final AFCON 2025 yang digelar di rumah sendiri menjadi titik balik. Meski memiliki rekor mentereng dengan 36 kemenangan dari 49 laga, tekanan dari publik dan kelelahan mental setelah hampir empat tahun menjabat akhirnya membuat Regragui memilih mundur.
"Saya sungguh percaya tim membutuhkan visi baru agar dapat berkembang. Keputusan saya untuk pergi adalah demi kebaikan tim," kata Regragui.
Mohamed Ouahbi Lanjutkan Tongkat Estafet
FRMF bergerak cepat untuk menambal lubang yang ditinggalkan Regragui. Mohamed Ouahbi, yang baru saja mengukir sejarah dengan membawa timnas Maroko U-20 menjuarai Piala Dunia U-20 di Chile tahun lalu, resmi dipromosikan sebagai pelatih tim senior.
Penunjukan Ouahbi dipandang sebagai langkah berani sekaligus logis, mengingat ia sangat mengenal generasi muda berbakat Maroko. Ia akan didampingi oleh asisten berpengalaman asal Portugal, Joao Sacramento, untuk memperkuat staf teknis di Amerika Utara nanti.
Baca juga: CAF Jatuhkan Sanksi Berat Usai Drama Final Piala Afrika
Tantangan Berat di Grup C
Kepergian Regragui di waktu yang sangat krusial ini menimbulkan kekhawatiran mengenai stabilitas tim. Kapten tim, Achraf Hakimi, memberikan penghormatan melalui media sosial, menyebut kepemimpinan Regragui sebagai inspirasi bagi jutaan orang.
Maroko tergabung dalam Grup C yang sangat kompetitif di Piala Dunia 2026 bersama Brasil, Skotlandia, dan Haiti. Ujian pertama bagi Ouahbi akan datang dalam laga persahabatan melawan Ekuador di Madrid (27 Maret) dan Paraguay di Prancis (31 Maret).
Kehilangan sosok seperti Regragui di pinggir lapangan tentu akan terasa janggal bagi pendukung Maroko. Kini, seluruh mata akan tertuju pada Ouahbi, mampukah ia melanjutkan fondasi kuat yang ditinggalkan pendahulunya, ataukah pergantian pelatih mendadak ini akan menjadi bumerang bagi ambisi besar Atlas Lions?