Tembok Kokoh Ghana Paksa Inggris Main Imbang Tanpa Gol
Langkah Inggris untuk mengamankan posisi puncak Grup L Piala Dunia 2026 harus tertunda setelah ditahan imbang 0-0 oleh Ghana yang bermain luar biasa disiplin.
Tampil di hadapan lebih dari 63.000 penonton di Boston Stadium, skuad asuhan Thomas Tuchel mendominasi penguasaan bola dan melepaskan 19 tembakan, namun gagal menembus pertahanan kokoh The Black Stars. Hasil ini membuat kedua tim kini sama-sama mengoleksi empat poin dan harus menentukan nasib mereka di laga pamungkas grup.
Inggris: Dominasi Tapi Tumpul
Setelah kemenangan meyakinkan 4-2 atas Kroasia di laga pembuka, performa Inggris kali ini terasa seperti antiklimaks. Thomas Tuchel menurunkan lini serang terbaiknya dengan Harry Kane sebagai ujung tombak didukung Jude Bellingham dan Anthony Gordon.
Namun, aliran bola The Three Lions di sepertiga akhir lapangan tampak lambat dan minim kreativitas, sangat mirip dengan performa buntu mereka di Euro 2024 silam.
Baca juga: Spence Buka Suara usai Kena Amuk Tuchel saat Latihan Timnas Inggris
Peluang terbaik Inggris baru tercipta di menit-menit akhir babak kedua. Pemain pengganti Nico O'Reilly hampir memecah kebuntuan lewat sundulan tajam memanfaatkan umpan silang Reece James, namun bola membentur mistar gawang.
Bola liar jatuh ke kaki Harry Kane, tetapi sang kapten justru menembakkannya jauh melambung ke langit Boston. Ketidakmampuan mengonversi dominasi menjadi gol menjadi rapor merah yang harus segera dievaluasi Tuchel sebelum menghadapi Panama.
Ghana Tampil Disiplin Sempurna
Bagi Ghana, yang secara peringkat FIFA terpaut jauh di bawah Inggris, satu poin ini terasa seperti kemenangan taktis. Absennya kiper utama memaksa Benjamin Asare tampil sebagai starter di bawah mistar, dan ia menjawab kepercayaan tersebut dengan performa kepahlawanan.
Asare sukses mementahkan peluang-peluang emas dari Anthony Gordon, Harry Kane, hingga tendangan mendatar dari Bukayo Saka di menit-menit krusial.
Pelatih Ghana menginstruksikan formasi pertahanan berlapis yang sangat rapat, menutup setiap celah bagi pergerakan Bellingham. Menariknya, The Black Stars juga sempat menebar ancaman nyata lewat serangan balik.
Baca juga: Tuchel Kecam Jeda Hidrasi Kontroversial di Piala Dunia 2026
Prince Adu hampir mengejutkan Inggris saat berhadapan satu lawan satu dengan Jordan Pickford; meski sempat dihalau Ezri Konsa, bola muntah yang disepak kembali justru secara tidak sengaja diblok tepat di garis gawang oleh rekan setimnya sendiri, Antoine Semenyo. Kedisiplinan tanpa kompromi ini menjadi kunci sukses Ghana meredam agresivitas raksasa Eropa.
Peta Persaingan Grup L
Hasil imbang tanpa gol ini tidak mengubah fakta bahwa Inggris dan Ghana tetap menjadi dua tim terdepan yang difavoritkan lolos dari Grup L. Sisi positif bagi Inggris adalah mereka memperpanjang rekor tak terkalahkan melawan tim asal Afrika di ajang Piala Dunia.
Kendati demikian, performa ini memicu kembali keraguan publik Inggris terkait kedalaman taktis mereka ketika menghadapi lawan yang menumpuk pemain di area penalti. Kedua tim kini hanya membutuhkan hasil imbang di laga terakhir untuk mengunci tiket ke babak 32 besar.
“Saya sudah menduga ini akan terjadi, saya tahu ini bisa menjadi pertandingan yang sulit,” kata Tuchel.
“Saya jarang melihat tim bertahan sekuat dan sekomitmen Ghana, jadi saya memberikan pujian penuh kepada mereka.
“Sulit untuk menembus pertahanan mereka. Anda perlu bersabar dan tepat sasaran, dan pada saat yang tepat, Anda perlu berkomitmen dan berani, tetapi Anda tidak boleh sedetik pun membuka ruang untuk serangan balik. Saya rasa kami hanya kebobolan dua gol dan itu sangat berbahaya, jadi kami sangat menyadari hal itu.”