Manajer Tottenham Hotspur, Thomas Frank, secara mengejutkan menolak untuk mengkritik Cristian Romero setelah kapten timnya itu melancarkan serangan verbal di media sosial terhadap pemilik klub. 

Meski ini merupakan aksi kedua Romero dalam satu bulan terakhir, Frank menegaskan bahwa bek asal Argentina tersebut tetap memegang ban kapten di London Utara.

Prahara di Instagram

Gejolak terbaru ini dipicu oleh unggahan Romero di Instagram pasca hasil imbang 2-2 melawan Manchester City akhir pekan lalu. 

Romero, yang bermain dalam kondisi sakit sebelum ditarik keluar di babak pertama, mengecam kebijakan transfer dan departemen medis klub.

Baca juga: Spurs Cuma Punya 11 Pemain, Romero: Ini Memalukan

Dalam unggahannya, Romero menjelaskan bahwa ia tetap bermain meskipun merasa tidak enak badan karena hanya ada 11 pemain yang fit. Padahal sebenarnya hanya 13 pemain. 

“Upaya luar biasa dari semua rekan setim saya kemarin, mereka semua luar biasa,” katanya. “Saya ingin siap membantu mereka meskipun saya merasa tidak enak badan, terutama karena hanya ada 11 pemain yang tersedia – sungguh luar biasa tetapi benar dan memalukan.”

Setelah kekalahan dari Bournemouth pada Januari, Romero telah memposting pesan serupa, menuntut agar pemilik klub lebih bertanggung jawab atas performa klub. “Pada saat-saat seperti ini, seharusnya orang lain yang angkat bicara, tetapi mereka tidak melakukannya – seperti yang telah terjadi selama beberapa tahun terakhir,” tulisnya. “Mereka hanya muncul ketika keadaan berjalan baik, untuk mengatakan beberapa kebohongan.” Romero kemudian menghapus referensi tentang kebohongan tersebut.

Frank Pasang Badan

Berbicara menjelang laga krusial melawan Manchester United, Thomas Frank memilih untuk meredam api perselisihan daripada menambah minyak ke dalamnya. Manajer asal Denmark itu bersikeras bahwa masalah tersebut telah diselesaikan di balik pintu tertutup.

“Kami telah menangani masalah ini secara internal,” ujar Frank. “Cuti (panggilan Romero) adalah pemain dan kapten yang sangat bersemangat dan ingin memberikan segalanya di lapangan”. 

“Dia sangat ambisius dan ingin menang setiap saat. Terkadang, ketika Anda seperti itu, Anda bisa meledak seperti kali ini, tetapi kami telah mengatasinya secara internal.”

Frank juga menambahkan bahwa ia tidak melihat alasan untuk mencopot ban kapten dari lengan Romero. “Kepemimpinan itu banyak hal. Saya berusia 52 tahun dan saya pikir saya cukup baik dalam kepemimpinan, tetapi bisakah saya menjadi lebih baik? Ya. Apakah saya membuat kesalahan setiap hari? Tidak, tetapi mungkin setiap minggu,” ujarnya.

“Romero berusia 27 tahun. Dia masih akan membuat kesalahan di masa depan sebagai seorang pemimpin. Apakah dia melakukan banyak hal baik? Ya.”

Baca juga: Kapten Romero Sindir Petinggi Spurs Usai Kekalahan Memalukan

Dukungan Ruang Ganti vs Ketegangan Manajemen

Menariknya, aksi Romero tampaknya mendapat dukungan dari rekan-rekan setimnya. Unggahan tersebut sempat mendapatkan "like" dari pemain kunci seperti James Maddison, Dominic Solanke, dan Conor Gallagher. Hal ini mengindikasikan adanya rasa frustrasi yang meluas di dalam skuad terkait kedalaman tim yang sangat tipis akibat badai cedera.

Namun, di tingkat eksekutif, tindakan Romero dilaporkan telah memicu ketegangan. Dengan hanya tersisa dua tahun dalam kontraknya dan minat yang terus tumbuh dari Real Madrid serta Atletico Madrid, banyak pihak menilai ini adalah strategi Romero untuk memaksa keluar dari klub pada musim panas mendatang.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!