Salahi Aturan Finansial, Leicester City Dijatuhi Sanksi Pengurangan Enam Poin
Leicester City menghadapi krisis besar dalam upaya mereka kembali ke kasta tertinggi setelah dijatuhi sanksi pengurangan enam poin oleh komisi disiplin independen. Hukuman ini diberikan setelah klub dinyatakan bersalah melanggar aturan profitabilitas dan keberlanjutan (PSR) Premier League selama periode pemantauan terakhir mereka di divisi utama.
Keputusan ini langsung mengubah peta persaingan di papan bawah Championship. Sanksi tersebut membuat posisi Leicester di klasemen merosot tajam, meninggalkan mereka di luar zona degradasi hanya karena keunggulan selisih gol.
Melampaui Batas £20 Juta
Hukuman ini berakar dari periode tiga tahun yang berakhir pada musim 2023-24, saat The Foxes masih berjuang di Championship sebelum promosi kembali ke kasta tertinggi. Komisi independen menemukan bahwa klub telah melampaui batas kerugian yang diizinkan sebesar £20,8 juta.
Baca juga: Kapten Newcastle Jamaal Lascelles Resmi Hijrah ke Leicester City
Batas kerugian Leicester ditetapkan sebesar £83 juta, angka yang lebih rendah dari standar Premier League (£105 juta) karena mencakup periode transisi antar divisi.
Meskipun Premier League awalnya mendesak sanksi yang lebih berat hingga 12 poin, komisi memberikan keringanan satu poin karena tren finansial klub yang dianggap membaik pada tahun terakhir penilaian.
Berada di Jurang Degradasi
Sanksi ini langsung diterapkan oleh EFL pada tabel klasemen Championship musim 2025-26. Dampaknya sangat instan dan brutal:
Posisi Sebelumnya: 16 (38 poin)
Posisi Baru: 20 (32 poin)
Leicester kini memiliki poin yang sama dengan Blackburn Rovers (peringkat 21) dan West Bromwich Albion (peringkat 22 di zona merah).
Hanya keunggulan selisih gol yang menyelamatkan pasukan Andy King dari posisi tiga terbawah saat ini. Ketegangan di ruang ganti dipastikan memuncak, mengingat Leicester hanya meraih satu poin dari empat laga terakhir mereka sebelum sanksi ini dijatuhkan.
"Sangat Mengecewakan dan Tidak Proporsional"
Pihak Leicester City segera merilis pernyataan resmi yang menyatakan rasa kecewa mendalam atas keputusan tersebut. Mereka berargumen bahwa hukuman poin "tidak mencerminkan faktor mitigasi yang telah dipresentasikan" dan menganggap skala sanksi ini tidak proporsional bagi ambisi olahraga klub musim ini.
Klub kini sedang meninjau opsi hukum untuk mengajukan banding. Namun, jika banding gagal, Leicester menghadapi ancaman nyata degradasi berturut-turut ke League One untuk pertama kalinya sejak tahun 2008, sebuah ironi pahit bagi klub yang mengejutkan dunia sebagai juara Inggris satu dekade silam.
Baca juga: Jamie Vardy Gabung Cremonese usai 13 Tahun di Leicester City
Implikasi bagi Masa Depan
Krisis finansial ini juga berdampak pada aktivitas transfer. Akibat pelanggaran tersebut, Leicester tidak melakukan perekrutan permanen pada jendela transfer Januari yang baru saja ditutup, hanya mengandalkan pinjaman seperti Joe Aribo dan Dujuan Richards.
Ujian berikutnya bagi Leicester adalah laga tandang melawan Birmingham City. Tanpa enam poin di kantong, setiap pertandingan kini terasa seperti final bagi The Foxes jika mereka ingin menghindari bencana yang lebih besar.