Estádio da Luz bersiap menjadi saksi drama yang melampaui sekadar perebutan poin di lapangan hijau. Malam ini, Jose Mourinho akan memimpin Benfica menghadapi Real Madrid dalam laga penutup fase liga Liga Champions yang mempertaruhkan nasib kedua tim, sekaligus mempertemukan kembali The Special One dengan salah satu loyalis paling setianya, Alvaro Arbeloa.

Bagi Mourinho, pertandingan ini adalah soal kelangsungan hidup. Benfica saat ini terdampar di peringkat ke-29 dan wajib mengamankan kemenangan untuk menjaga asa menembus babak playoff. Namun, narasi utama yang menyelimuti Lisbon bukan hanya soal klasemen, melainkan pertemuan guru dan murid yang kini berdiri sejajar di pinggir lapangan.

Dia Seperti Anak Saya Sendiri

Dalam konferensi pers yang sarat emosi, Jose Mourinho membahas Alvaro Arbeloa, sosok yang baru saja ditunjuk sebagai pelatih tim utama Real Madrid menggantikan Xabi Alonso awal Januari ini.

"Alvaro bukan sekadar mantan pemain bagi saya. Dia sudah seperti anak sendiri," ujar Mourinho. 

“Dia adalah salah satu pemain favorit saya secara pribadi. Dia bukanlah pemain sepak bola terbaik yang pernah saya miliki di Madrid, tetapi dia adalah salah satu pria terbaik. Dia adalah orang terakhir yang akan saya beri tekanan."

Baca juga: Mourinho Tolak Mentah-Mentah Rumor Kembali ke Real Madrid

“Saya harap semuanya berjalan baik untuk Arbeloa. Saya ingin Arbeloa sukses di mana pun dia berada. Saya ingin Real Madrid sukses dengan pelatih mana pun, jadi bayangkan Real Madrid dengan Arbeloa, saya benar-benar ingin mereka sukses. Saya mencintai Real Madrid dan saya mencintai Alvaro. Saya hanya berharap mereka tampil buruk besok.”

Arbeloa, yang membela Mourinho dengan gigih di tengah ruang ganti Madrid yang sempat terpecah satu dekade silam, membalas pujian tersebut dengan penuh hormat. 

"Saya sangat bangga mendengar semua yang dia katakan tentang saya," ujar Arbeloa.

"Saya gembira dan bahagia, karena dia lebih dari sekadar manajer bagi saya. Terutama, secara pribadi, dia sangat penting sepanjang karier saya. Hari ini, saya juga menganggapnya sebagai teman baik. Saya ingin berterima kasih kepadanya atas semua kata-katanya. Saya sangat menantikan untuk bertemu dengannya besok dan memberinya pelukan erat."

Misi Tembus Delapan Besar

Meski penuh kehangatan di luar lapangan, 90 menit di atas rumput akan menjadi medan pertempuran tanpa ampun. Real Madrid datang ke Portugal dengan misi mengunci posisi delapan besar demi tiket otomatis ke babak 16 besar. 

Baca juga: Real Madrid Jadi Klub dengan Pendapatan Tertinggi di 2026

Arbeloa membawa skuad yang mulai padu dengan kehadiran Jude Bellingham dan duet mematikan Vinicius-Mbappe, meski harus tampil tanpa Trent Alexander-Arnold dan Antonio Rudiger yang cedera.

Benfica, di bawah arahan Mourinho, diprediksi akan bermain dengan disiplin pertahanan gerendel khas pelatih asal Portugal tersebut. Absennya beberapa pilar seperti Alexander Bah dan Dodi Lukebakio membuat Mourinho harus mengandalkan kepemimpinan veteran Nicolas Otamendi untuk membendung gelombang serangan Los Blancos.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!