Chivu Akui Inter Beda Level dengan Arsenal Usai Tumbang di San Siro
Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, memberikan pengakuan jujur setelah timnya dipaksa menyerah 1-3 oleh Arsenal di San Siro dalam lanjutan Liga Champions, Rabu dini hari. Meski kecewa dengan hasil akhir, legenda asal Rumania itu mengaku sangat terkesan dengan kualitas dan kedalaman skuad yang dimiliki oleh tim asuhan Mikel Arteta.
Arsenal tampil dominan meski melakukan rotasi besar-besaran, membuktikan bahwa jurang pemisah antara pemain inti dan pelapis mereka hampir tidak ada.
Pujian untuk Kedalaman Skuad Arteta
Chivu menyoroti bagaimana Arsenal tetap mampu menjaga intensitas dan identitas permainan mereka walaupun banyak pemain kunci yang diistirahatkan. Baginya, inilah pembeda utama yang membuat raksasa London Utara itu menjadi favorit kuat juara musim ini.
"Mereka memiliki intensitas, teknik, dan kecepatan yang lebih tinggi, mereka menguasai ruang dengan baik, menyerang lini pertahanan dengan intensitas dan kecepatan, begitu pula dengan bola-bola kedua, karena mereka terjun ke setiap duel," kata Chivu.
Baca juga: Sejarah di San Siro: Dua Gol Jesus Bawa Arsenal Bungkam Inter Milan 3-1
"Kami mencoba untuk tetap bersaing; kami bermain cukup baik di babak pertama dan pada skor 1-1 bisa saja mencetak gol lagi. Itu tidak berarti kami akan terus menang, tetapi insiden memang mengubah suasana hati tim.”
"Kami juga kurang beruntung pada gol dari tendangan sudut itu, di mana bola memantul dari mistar gawang dan mengenai kepala pemain Arsenal. Di babak kedua, Arsenal meningkatkan fokus dan juga sedikit lebih rendah hati, karena ada sedikit kesombongan dari mereka di babak pertama.”
"Mereka bermain lebih bertahan, memiliki fisik yang kuat, dan tentu saja dapat memasukkan pemain dari bangku cadangan untuk meningkatkan level permainan lebih jauh."
“Arsenal memiliki kualitas yang luar biasa dalam skuad mereka. Saya tidak akan menyebutkan berapa banyak uang yang mereka habiskan, karena itu akan terlalu klise, tetapi Premier League memang memiliki intensitas dan tempo yang sangat berbeda dengan sepak bola Italia.”
Penampilan klinis Gabriel Jesus, yang mencetak dua gol dalam starter pertamanya di kompetisi ini, menjadi bukti nyata dari argumen Chivu mengenai kualitas individu yang dimiliki Arsenal di bangku cadangan mereka.
Penyesalan Bukan pada Malam Ini
Menariknya, Chivu tidak ingin berlarut-larut meratapi kekalahan dari pemuncak klasemen fase liga tersebut.
Ia menegaskan bahwa penyesalan terbesarnya di Liga Champions musim ini bukanlah kekalahan malam ini, melainkan hasil buruk dua laga sebelumnya ketika kalah melawan Liverpool dan Atletico Madrid., serta laga besar lainnya di Supercoppa Italiana dan Serie A.
“Yang disesalkan adalah dalam tiga pertandingan ini kami seharusnya bisa mencetak lebih banyak, mungkin tidak malam ini, tetapi melawan Atletico dan Liverpool, sedikit lebih banyak kedewasaan dan konsentrasi bisa membuat perbedaan,” ujar Chivu.
Baca juga: Gabriel Jesus Emosional Usai Cetak Brace ke Gawang Inter
Inter Telah Berkembang
Meskipun kalah, mantan bek Inter yang membawa klub meraih treble tahun 2010 ini melihat ada sisi positif dari performa anak asuhnya. Ia menilai bahwa secara taktis dan mental, Inter telah menunjukkan kemajuan signifikan dibandingkan saat mereka menelan kekalahan di awal musim.
"Saya rasa sebulan setelah pertandingan-pertandingan itu, jika kami memiliki sikap yang sama seperti malam ini, maka hasilnya akan berbeda. Itu dugaan saya. Saya pikir pengalaman-pengalaman itu membantu kami untuk tumbuh dan menjadi lebih dewasa,” ujarnya.
"Terlepas dari kesulitan yang ada, skuad ini terus maju dengan sikap yang benar; mereka siap bermain sepak bola terbuka, mengetahui bahwa mungkin ada masalah melawan pemain seperti [Bukayo] Saka dan [Leandro] Trossard. Saya membawa pulang keberanian dan pertumbuhan kami baru-baru ini dari pertandingan ini."
Inter kini harus segera mengalihkan fokus mereka. Dengan sisa satu pertandingan lagi di fase liga, Chivu dan pasukannya wajib meraih poin penuh jika ingin menghindari babak play-off yang akan menambah jadwal padat mereka di paruh kedua musim.