Vincent Kompany menunjukkan sikap yang sangat berhati-hati menjelang laga hidup-mati perempat final Liga Champions melawan Real Madrid. Meski Bayern Munich mengantongi keunggulan 2-1 dari leg pertama di Spanyol, sang pelatih menegaskan bahwa tiket semifinal masih jauh dari genggaman.

Kompany menyinggung istilah populer 'Remontada'—kebangkitan legendaris yang identik dengan sejarah rival abadi Madrid, Barcelona—sebagai pengingat bahwa keunggulan satu gol bukanlah jaminan keamanan saat berhadapan dengan sang raja Eropa.

Menghormati Sejarah Real Madrid

Kompany sadar betul bahwa Real Madrid asuhan Alvaro Arbeloa memiliki DNA yang unik di kompetisi ini. Berkali-kali Los Blancos menunjukkan kemampuan untuk membalikkan keadaan dalam situasi yang mustahil, terutama saat lawan mulai merasa di atas angin.

Baca juga: Goretzka Peringatkan Bayern Jelang Leg Kedua UCL Lawan Real Madrid

“Salah satu hal terpenting, tidak diragukan lagi, adalah kami sangat menghormati Real Madrid,” kata Kompany. “Kami merasakan hal itu bahkan sebelum pertandingan di Bernabéu, dan kami masih merasakannya.”

“Kami sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi versi terbaik Real Madrid, seperti yang kami lihat saat melawan Manchester City,” tambahnya. “Hasil mereka baru-baru ini tidak mencerminkan bakat yang mereka miliki. Mereka masih salah satu tim terbaik di Eropa.”

Hasil Positif di Bernabeu

Kompany dengan cepat menepis anggapan bahwa gol telat Kylian Mbappé di Madrid, yang memperkecil ketertinggalan menjadi satu gol, telah merusak suasana di ruang ganti Bavaria. Sebaliknya, ia membingkai keunggulan tipis tersebut sebagai bukti dari level kompetisi yang sangat elit.

"Perasaan saya setelah pertandingan pertama adalah kami sebenarnya bisa bermain satu tingkat lebih tinggi lagi," aku Kompany. 

"Dan itu adalah hal positif ketika Anda menang 2-1 di Bernabéu namun merasa masih bisa memberi lebih. Tapi besok, kami harus membuktikannya. Ini bukan soal keunggulan agregat; ini soal 90 menit berikutnya."

Lampaui Batas

Ketika ditanya apa yang akan menjadi penentu dalam laga melawan Madrid yang dikenal memiliki kemampuan untuk bangkit di kompetisi ini, Kompany mengalihkan perhatian dari papan taktik menuju mentalitas pemain.

"Itu tergantung pada banyak hal. Dalam pertandingan seperti ini, kualitas individu para pemain selalu menjadi penentu. Tetapi ada juga intensitas kolektif dan kesiapan untuk melewati batas rasa sakit," kata Kompany.

Baca juga: Fernandes: Kane Layak Menangkan Ballon d'Or 2026

"Setiap detail penting dalam pertandingan seperti ini, tetapi bagi kami yang terpenting adalah kami siap secara mental dan fisik.

"Kami juga menantikan pertandingan ini dan itu adalah sesuatu yang Anda butuhkan, emosi positif."

Secara statistik, peluang sangat berpihak pada Bayern. Sejarah mencatat bahwa dari 22 kesempatan di mana tim Bavaria memenangkan leg pertama laga fase gugur di kandang lawan, mereka berhasil lolos sebanyak 21 kali. Namun, bayang-bayang kegagalan tahun 2011 melawan Inter Milan, satu-satunya pengecualian, tetap menjadi peringatan yang diperhatikan serius oleh Kompany.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!