Pelatih asal Australia, Graham Arnold, tampak emosional saat merayakan keberhasilan bersejarah Irak menembus putaran final Piala Dunia 2026. Kemenangan tipis 2-1 atas Bolivia di babak playoff antar-konfederasi pada Selasa malam memastikan Singa Mesopotamia kembali ke panggung dunia untuk pertama kalinya dalam 40 tahun.

Arnold, yang diangkat menjadi nakhoda Irak setelah mundur dari timnas Australia tahun lalu, memuji mentalitas baja para pemainnya yang harus menghadapi berbagai rintangan logistik dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah sebelum tiba di Meksiko dan menyebut tim asuhannya bisa memberikan kejutan di pentas dunia.

Kebahagiaan di Tengah Konflik

Dalam wawancara emosional di pinggir lapangan Estadio BBVA, Arnold menegaskan bahwa kemenangan ini bukan sekadar tentang sepak bola, melainkan tentang memberikan secercah harapan bagi bangsa yang sedang dilanda kesulitan.

“Semua yang terjadi di Timur Tengah membuat semuanya sedikit lebih sulit,” kata Arnold.

Baca juga: Irak dan RD Kongo Segel Tiket Terakhir Piala Dunia 2026

“Saya melarang media sosial sejak hari pertama kami tiba di sini,” tambahnya. “Saya tidak ingin mereka memikirkan apa yang terjadi di Timur Tengah karena mereka harus fokus pada pekerjaan yang kami miliki di sini.”

Irak sempat unggul melalui Ali Al-Hamadi sebelum disamakan oleh Moises Paniagua. Namun, keputusan taktis Arnold memasukkan Marko Farji terbukti jitu, di mana pemain muda tersebut memberikan asis untuk gol penentu kemenangan yang dicetak kapten Aymen Hussein pada menit ke-53.

Siap Bikin Kejutan

Arnold memberikan kredit penuh kepada para pemainnya yang ia sebut memiliki disiplin dan semangat juang luar biasa. Irak harus bertahan dari gempuran crosses Bolivia selama sembilan menit masa injury time untuk memastikan kemenangan.

Ia juga mengatakan timnya bisa memberikan kejutan di panggung dunia. 

“Irak tidak akan rugi apa pun,” tambahnya. “Kita harus pergi ke Piala Dunia dengan mentalitas juara – itulah satu-satunya cara untuk mencapai sesuatu yang istimewa. Berbagi lapangan dengan pemain seperti (Kylian) Mbappe dan (Erling) Haaland adalah kehormatan besar bagi para pemain kami.

"Kami menghormati kemampuan mereka, tetapi kami akan turun ke lapangan untuk mencoba mengejutkan dunia dan menampilkan sepak bola Irak di panggung global,” katanya.

Keberhasilan ini juga menorehkan rekor pribadi bagi Arnold, menjadikannya pelatih Australia pertama yang memimpin sebuah negara asing di putaran final Piala Dunia, sekaligus pelatih Australia pertama yang tampil di dua edisi Piala Dunia berturut-turut setelah memimpin Socceroos di Qatar 2022.

Baca juga: Kualifikasi Berakhir, Ini 48 Tim yang Siap Bertarung di Piala Dunia 2026

Menuju Tantangan Grup I

Irak kini resmi menjadi tim ke-48 yang melengkapi slot Piala Dunia 2026. Mereka dijadwalkan masuk ke dalam Grup I yang sangat kompetitif, di mana mereka akan menghadapi juara dunia 2018 Prancis, serta dua tim kuat lainnya, Norwegia dan Senegal.

Perjalanan Irak akan dimulai di Boston saat mereka menghadapi Norwegia yang dipimpin Erling Haaland pada laga pembuka. 

Pemerintah Irak dilaporkan telah menetapkan hari libur nasional selama dua hari untuk merayakan pencapaian ini, menandai kembalinya tim nasional mereka ke turnamen paling bergengsi sejak terakhir kali tampil pada edisi 1986.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!