Graham Potter tampak emosional dan hampir tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi di Strawberry Arena. Pelatih asal Inggris itu menggambarkan keberhasilan Swedia melaju ke Piala Dunia 2026 sebagai malam terbaik dalam karier sepak bolanya setelah kemenangan dramatis 3-2 atas Polandia.

Gol kemenangan yang dicetak Viktor Gyökeres pada menit ke-88 memastikan tiket ke Amerika Utara bagi tim berjuluk Blågult, sekaligus menandai kebangkitan luar biasa bagi Potter yang sempat mengalami masa sulit di Premier League sebelum mengambil pekerjaan ini pada Oktober lalu.

Malam Terbaik

Dalam konferensi pers pascapertandingan yang penuh kegembiraan, Potter membawa anak-anaknya yang mengenakan jersei kuning Swedia untuk duduk di barisan depan. Ia mengaku sempat merasa kehilangan kesadaran sesaat ketika gol penentu kemenangan tercipta.

"Sejujurnya, saya merasa seperti kehilangan kesadaran - saya melihat gol itu dan tiba-tiba, sebagian besar pemain cadangan kami berlari ke lapangan. Saya berpikir, 'apa yang terjadi?'" kata Potter.

Baca juga: Gyökeres Pastikan Swedia Bungkam Polandia dan Segel Tiket Piala Dunia

"Dan kemudian Anda hanya berpikir, apakah saya di sini? Itu hanya salah satu momen yang membuat Anda bersyukur, untuk menjadi bagian darinya dan mengalaminya. Tentu saja, saya akan selalu bersyukur untuk itu."

Potter menambahkan bahwa meskipun ia pernah merasakan malam-malam besar bersama Östersund di kancah Eropa hingga menang di Premier League dan Liga Champions, pencapaian bersama tim nasional ini terasa jauh lebih bermakna. 

"Ini adalah malam terbaik dalam hidup saya dan saya telah mengalami beberapa malam yang luar biasa, Anda tahu, cerita dengan Ostersund dan petualangan Eropa serta kemenangan Liga Champions, Liga Premier, tetapi ini terasa lebih istimewa," tambah Potter.

"Anda bisa merasakan atmosfer di stadion. Sangat jarang Anda pergi ke tempat sepak bola dan merasakan hal itu. Saya pikir ketika Anda berada di tim nasional... Anda bekerja untuk lebih dari diri Anda sendiri, jadi ketika Anda menambahkan semua itu dan kemudian menempatkan konteks pertandingan dan lingkungan serta atmosfernya, itu adalah momen yang sangat istimewa."

Menepis Kritik dan Menatap Dallas

Keberhasilan ini menjadi penebusan bagi Potter setelah periode penuh tekanan di Chelsea dan West Ham. 

Ia mengakui bahwa kondisi mental tim Swedia berada di titik terendah saat ia pertama kali datang, menyusul kegagalan demi kegagalan di fase grup kualifikasi.

"Kami tidak sempurna malam ini, tapi siapa yang peduli? Kita akan pergi ke Piala Dunia! Wow," serunya yang disambut tawa para jurnalis. "Saya harus mulai menyiapkan topi koboi saya, bukan? Karena kita akan pergi ke Dallas."

Baca juga: Kualifikasi Berakhir, Ini 48 Tim yang Siap Bertarung di Piala Dunia 2026

Swedia dipastikan masuk ke dalam Grup F yang akan bermarkas di Dallas, Amerika Serikat. Mereka akan bersaing dengan Belanda, Jepang, dan Tunisia. Potter pun secara khusus berterima kasih kepada publik Swedia yang telah memberinya kesempatan kedua untuk membangun kembali reputasinya sebagai pelatih kelas dunia.

Hasil ini memastikan Swedia akan tampil di Piala Dunia pertama mereka sejak edisi 2018, sekaligus mengakhiri penantian panjang publik Stockholm yang sempat pesimis akan masa depan tim nasional mereka.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!