Leicester City: Banding Pengurangan Poin Ditolak, Terancam Degradasi ke Divisi 3
Harapan Leicester City untuk menyelamatkan diri dari jeratan hukum di meja hijau resmi pupus. Pada hari Rabu, pihak klub dan Premier League mengonfirmasi bahwa banding The Foxes terhadap pengurangan enam poin resmi ditolak oleh dewan banding independen. Keputusan ini menjadi tamparan keras bagi upaya klub untuk menghindari ancaman degradasi kedua berturut-turut.
Pengurangan poin ini, yang awalnya dijatuhkan pada Februari lalu, berkaitan dengan pelanggaran aturan Profitabilitas dan Keberlanjutan (PSR) selama periode tiga tahun yang berakhir pada musim 2023-24, saat Leicester masih berkompetisi di Championship sebelum sempat promosi dan kembali turun kasta.
Terlempar ke Zona Merah
Kegagalan banding ini memberikan dampak instan dan brutal pada posisi Leicester di klasemen Championship musim 2025-26. Dengan poin yang dipangkas, tim asuhan pelatih interim Gary Rowett kini terperosok ke zona degradasi di peringkat 22, dengan hanya mengoleksi 41 poin.
Baca juga: Chelsea Dijatuhi Denda Rp242 Miliar dan Larangan Transfer Akademi
Leicester kini terpaut satu poin dari zona aman yang ditempati Portsmouth, yang masih menyimpan satu laga, dengan hanya menyisakan lima pertandingan hingga akhir musim.
Situasi ini sangat kontras bagi klub yang satu dekade lalu mengejutkan dunia dengan menjuarai Premier League. Kini, mereka justru menghadapi risiko nyata terjun ke League One, kasta ketiga sepak bola Inggris.
Argumen Teknis yang Kandas
Dalam pembelaannya, Leicester City mengajukan argumen teknis terkait periode akuntansi. Klub berpendapat bahwa kerugian mereka seharusnya dihitung dalam periode 36 bulan, bukan 37 bulan yang disebabkan oleh keterlambatan pengajuan laporan keuangan.
Namun, dewan banding menolak argumen tersebut dan tetap pada temuan awal bahwa Leicester telah melampaui batas kerugian £83 juta yang ditetapkan EFL sebesar £20,8 juta.
Premier League sebenarnya juga mengajukan banding terpisah untuk menambah hukuman karena keterlambatan laporan tersebut, namun permintaan itu ditolak, sehingga sanksi tetap tertahan di angka enam poin.
Baca juga: Chelsea Dapat Sanksi Ringan, Everton Siap Adukan Premier League
Misi Penyelamatan di Lima Laga Sisa
Dalam pernyataan resminya, Leicester City menyatakan menerima keputusan tersebut dan kini mengalihkan fokus sepenuhnya ke lapangan hijau.
“Dengan berakhirnya masalah ini dan tersisa lima pertandingan lagi di musim ini, semua orang di Klub sepenuhnya fokus pada pertandingan yang ada di depan kita dan pada pembentukan hasil musim kita melalui hasil di lapangan,” tulis Leicester.
“Kami tahu ini adalah periode yang menantang, dan kami berterima kasih kepada para pendukung kami atas dukungan yang terus mereka berikan kepada tim. Tanggung jawab sekarang adalah memastikan pertandingan-pertandingan yang tersisa ini didekati dengan fokus dan niat yang dibutuhkan oleh situasi kita saat ini.”
Tugas berat kini menanti Gary Rowett. Sejak sanksi ini diumumkan, performa tim merosot tajam dengan hanya meraih satu kemenangan dari 12 pertandingan terakhir di semua kompetisi. Ujian pertama dalam misi penyelamatan ini akan tersaji saat mereka menjamu Swansea City di King Power Stadium pada hari Sabtu besok.
Bagi para pendukung Leicester, lima pekan ke depan akan menjadi masa yang penuh kecemasan. Tanpa bantuan dari jalur hukum, nasib The Foxes kini sepenuhnya berada di kaki para pemain mereka sendiri. Apakah mereka mampu bangkit, ataukah sejarah manis 2016 akan terkubur oleh kenyataan pahit degradasi beruntun?