Kapten tim nasional ItaliaGianluigi Donnarumma, akhirnya angkat bicara setelah hari terburuk dalam sejarah sepak bola Italia. Kiper Manchester City ini memecah kesunyian untuk meluruskan laporan miring mengenai tuntutan bonus pemain, sekaligus memberikan penghormatan emosional kepada tiga sosok kunci yang mengundurkan diri pasca-kegagalan memilukan di babak play-off Piala Dunia melawan Bosnia-Herzegovina.

Kekalahan adu penalti di Zenica pekan lalu memastikan Italia absen dari Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun, sebuah catatan sejarah yang menghancurkan hati publik Negeri Pizza.

Bantahan Tegas Soal Kontroversi Bonus

Situasi semakin memanas dalam beberapa hari terakhir setelah muncul laporan dari La Repubblica yang mengeklaim bahwa skuad Italia sempat mencoba menegosiasikan bonus finansial sebesar €300.000 tepat sebelum laga hidup-mati melawan Bosnia.

Baca juga: Simpati dari Spalletti: "Saya Bisa Merasakan Posisi Gattuso"

Donnarumma, yang terlihat sangat emosional dalam pernyataannya kepada Sky Sport, membantah keras tuduhan tersebut.

"Saya lebih sakit hati dengan komentar [dari media], dengan kata-kata yang diucapkan," kata Donnarumma.

"Sebagai kapten, saya tidak pernah meminta satu euro pun kepada tim nasional Italia.

"Yang dilakukan tim nasional, seperti biasa, di setiap kompetisi, adalah memberikan hadiah kepada para pemain yang lolos ke turnamen.

"Hanya itu saja, tetapi tidak ada yang meminta apa pun kepada federasi; hadiah kami adalah kesempatan untuk pergi ke Piala Dunia."

Laporan terbaru menyebutkan bahwa federasi (FIGC) memang menyiapkan "hadiah" kualifikasi, namun hal itu bukanlah atas tuntutan pemain, melainkan prosedur standar organisasi.

Penghormatan untuk Gattuso, Gravina, dan Buffon

Krisis ini memicu gelombang pengunduran diri besar-besaran di level tertinggi. Pelatih Gennaro Gattuso, Presiden FIGC Gabriele Gravina, dan Kepala Delegasi Gianluigi Buffon semuanya telah resmi menanggalkan jabatan mereka sebagai bentuk tanggung jawab atas kegagalan ini.

Baca juga: Sinyal Reuni di Timnas Italia, Conte Buka Pintu Kembali Tukangi Azzurri

Donnarumma memberikan apresiasi khusus kepada ketiganya, yang menurutnya telah memberikan segalanya untuk tim.

“Saya memiliki hubungan yang luar biasa dengan Gigi, dengan Gattuso, dengan Gravina,” ucap eks kiper Paris Saint-Germain dan AC Milan ini. 

“Kami merasa sangat sedih terutama untuk mereka, wajar jika Anda merasa sedikit bertanggung jawab atas semua yang terjadi sekarang, dan itu menyakitkan. Tetapi saya ingin berterima kasih kepada manajer, presiden, dan Gigi, karena mereka telah memberikan kontribusi penting.”

Masa Depan yang Kelabu

Bagi Donnarumma pribadi, kegagalan ini terasa sangat personal. Meski telah menjadi salah satu kiper terbaik dunia di usianya yang ke-27, ia belum pernah sekalipun merasakan atmosfer putaran final Piala Dunia.

Baca juga: Fabio Capello Tuntut Revolusi Total Setelah Italia Gagal Lolos Piala Dunia

“Ini sulit, tetapi kita harus terus maju dengan kekuatan dan kesadaran bahwa Italia akan kembali kuat, akan kembali hebat,” akunya.

“Dua hari pertama sangat sulit dan melelahkan. Ini menyakitkan, sungguh menyakitkan. Pada hari-hari pertama saya kesulitan memprosesnya. Tetapi kenyataannya adalah Anda harus memulai kembali, bergerak maju, bereaksi.”

Dengan mundurnya tiga pilar di kursi kepemimpinan dan manajemen, sepak bola Italia kini menghadapi proses rekonstruksi total yang paling radikal sejak mereka menjuarai dunia pada 2006. Pertanyaannya kini adalah: siapa yang cukup berani untuk memimpin Azzurri keluar dari reruntuhan ini.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!